calon Bupati dan Wakil Ponorogo Pemilukada 2015

0
Sukseskan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Ponorogo 2015

Informasi dari KPU Kabupaten PONOROGO Provinsi JAWA TIMUR, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang sudah mendaftar hari ini Senin, 27 Juli 2015 : 

1.
Cabup : Prof. Dr. Misranto, SH. M.Hum 
(laki-laki, pekerjaan : PNS, alamat Kab. Pasuruan)

Cawabup : Isnen Supriyono, S.Pd. MM. Pd. 
(laki-laki, pekerjaan : pensiunan PNS, alamat Kab. Ponorogo).

Calon perseorangan/independen

2.
Cabup : H. Sugiri Sancoko 
(Laki-laki, pekerjaan : Anggota DPRD provinsi Jatim, alamat : Kab Sidoarjo).

Cawabup : H. Sukirno, SH. 
(Laki-laki pekerjaan : Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, alamat :  Kab. Ponorogo).

Partai pengusung :
Golkar, 10 kursi, Demokrat 6 kursi, PKS 2 kursi, Hanura 1 kursi. 
Total 19 kursi. 

3.
Cabup : H. Ipong Muchlissoni. 
(Laki-laki, pekerjaan : Wiraswasta, alamat : kota Samarinda)

Cawabup : Drs. H. Soedjarno, MM. 
(Laki-laki, pekerjaan : Pensiunan PNS, alamat : Kab. Ponorogo).

Partai pengusung : Gerindra 6 kursi, PAN 6 kursi, Nasdem 1 kursi. 
Total 13 kursi. 

4.
Cabup : H. Amin, SH. 
(Laki-laki, pekerjaan : Bupati Ponorogo, alamat : Kab. Ponorogo).

Cawabup : Agus Widodo, SE. M.Si. 
(Laki-laki, pekerjaan : Anggota DPRD Kab. Ponorogo). 
Partai pengusung : PKB 7 kursi, PDIP 5 kursi. 
Total 12 kursi.

Kupatan - tradisi lebaran ketupat Ponorogo

0
pojokpitu.com, Meski semakin menghilang karena tergerus budaya asing, tradisi lebaran ketupat ternyata masih bisa dijumpai disejumlah daerah. Salah satunya di Ponorogo. Tradisi lebaran ketupat yang dirayakan setiap lebaran hari ketujuh ini masih dijunjung tinggi warga desa. Selain membuat ketupat berbagai jenis, warga juga mengarak ketupat keliling desa diiringi tabuhan rebana dan dimakan bersama-sama.

Tradisi ini dilakukan puluhan warga dan pemuda Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Ponorogo, Jumat (24/7/2015). Mereka mengarak ketupat keliling desa dan diiringi iringan musik sholawat yang dilengkapi dengan irama musik lebaran.

Tradisi yang dinamai lebaran ketupat ini sudah menjadi tradisi turun temurun dari leluhur yang diadakan setiap 7 hari pasca lebaran. Tradisi lebaran ketupat ini biasanya juga menjadi pertanda serta wujud syukur karena berakhirnya bulan suci Ramadhan.

"Usai diarak keliling desa dan diberikan doa, ketupat lalu disantap beramai-ramai oleh warga desa lengkap bersama opor ayam dan parutan kacang," jelas Anwar, sesepuh desa.

Ia mengaku selalu mengadakan ritual lebaran ketupat setiap hari ke 7 lebaran karena ingin tetap melestarikan budaya leluhur yang kian hari kian ditinggalkan. "Padahal makna dari ketupat ini sangatlah tinggi, salah satunya mengikat tali silaturahmi antar umat beragama," ujarnya.(ern)

Kupatan - tradisi lebaran ketupat Ponorogo: https://youtu.be/FjGKsKAjcbo

Gubernur DKI Ahok Desak Presiden Daftar Reyog Ponorogo ke UNESCO

0
WARTA KOTA, BALAIKOTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengapresiasi grup Reyog Ponorogo di Jakarta, yang kerap meraih juara di tingkat nasional maupun internasional. Ahok pun berencana, menggelar Festival Reyog Ponorogo, dengan Piala Gubernur.
Bahkan, ia berharap, agar Reyog Ponorogo tersebut, bisa didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan dunia.
"Selama ini komunitas reog yang ada di Jakarta paguyuban udah membawa nama harum Pemda DKI. Kalau Juara kan DKI, terus kita juga ingin kerjasama dengan Taman Mini (TMII) supaya ini dijadikan acara tahunan yang lebih meriah, ada piala Gubernur gitu kan," kata Ahok, seusai menerima Pengurus Komunitas Reyog Ponorogo Periode 2015-2020, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat,  Balai Kota, Rabu (22/7/2015). 
Bahkan, lanjut Ahok, ia berharap, agar kesenian asal Jawa Timur itu, nantinya bisa didaftarkan ke UNESCO, sebagai warisan dunia.
Pasalnya, kesenian itu, pernah diklaim oleh Malaysia, sebagai kesenian dari negaranya.
"Kita juga berharap bisa mendaftarkan ke UNESCO, ini merupakan sebuah seni. Jakarta mau daftarkan, bila perlu kita bikin sebuah festival dunia reyog di Jakarta. Dulu kan udah ada silat, kita udah ada makanan rendang, kita harap reyog ini juga mendunia," katanya.
Namun, ia juga berharap, agar nantinya setiap setiap klub, komunitas, atau paguyuban reyog ponorogo juga memiliki akte.
Pasalnya, saat ini keberadaan para pecinta kesenian itu di Jakarta sendiri cukup banyak.
"Jadi kan dulu sempet ribut mau diambil Malaysia segala macam pada demo, bahwa reyog ini khas. Reyog Ponorogo udah terkena lah, di setiap festival pasti ada. Dan di Jakarta banyak sekali klubnya. Dulu kan paguyuban, ini dibuat komunitas ada akte, berbadan hukum, pengurusnya jelas, kita harap yang lain juga akan ikut atau mau bentuk lagi yang baru silahkan. Tapi kita berharap semua tentu berakte, jadi jelas seperti ini," jelasnya.
Dukung
Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Firmansyah, mengatakan, bahwa pihaknya mendukung rencana Ahok untuk mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
"Karena yang perlu diingat adalah, bahwa Reyog Ponorogo merupakan salah satu warisan seni budaya kebanggaan Indonesia yang unik dan memiliki nilai jual pariwisata tinggi. Jadi perlu dukungan berbagai pihak," kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) DKI Jakarta, dalam acara tersebut.
Berbadan Hukum
Sedangkan, Ketua Badan Dewan Pembina Reog Ponorogo Singo Suryo Budoyo, Suryo Mulyono, mengatakan, bahwa pihaknya, melakukan pertemuan dengan Ahok untuk melaporkan, KRP telah memiliki badan hukum.
"Kami melaporkan kepada Pak Gubernur, bahwa saat ini, kommunitas kami, KRP telah berbadan hukum. Beliau menyambut baik. Bahkan, beliau  bersedia menjadi penasehat Komunitas Reyog Ponorogo ini," katanya.
Menurut Suryo, saat ini di dalam anggota KRP, terdapat 85 grup Reyog Ponorogo.
Masing-masing grup, terdapat 60 hingga 70 orang.
"Sejak tahun 1980, Komunitas Reyog Ponorogo telah menggelar berbagai macam pertunjukan ke Filipina, Rusia dan negara lainnya," katanya.

Wisata Alam Ponorogo, Air Terjun Coban Lawe

1
Coban Lawe Ponorogo, (foto by : wisataponorogo.com)
Ponorogo begitu banyak menyimpan potensi alam yang belum di ekspose, khususnya di daerah timur arah kota kecamatan Pulung, Kecamatan Pudak dan Kecamatan Sooko.

Coban Lawe, potensi alam tersebut masih asri dan "perawan", walau rute menuju lokasi masih jalan makadam dan jalan setapak, tidak menjadi masalah. Akan terbayar dengan keindahan dan segarnya air yg mengalir sangat deras walaupun musim panas.

Mencuri RAM di Warnet, Siswa SMA Diamankan POLSEK Ponorogo

0
Pelaku di amankan polisi usai kepergok (foto by: kanalponorogo)
Siswa berinisial RWA (17) warga Jln Cipto Mangunkusumo, Keniten, Ponorogo, diamankan polisi lantaran tertangkap tangan tengah melakukan pencurian perangkat computer di Warnet Semeru, Selasa(30/06).

“Petugas mengamankan pelaku pencurian di sebuah warnet yang berada di Jalan Semeru, dengan berpura-pura bermain di warnet, pelaku yang sudah membawa peralatan berupa obeng melakukan aksinya untuk melepas ram computer warnet, namun aksinya diketahui oleh penjaga warnet dan dilaporkan,”ucap AKP Yanto, Kapolsek Kota Ponorogo.

Tertangkapnya pelaku yang masih duduk dibangku kelas 11 sekolah lanjutan atas ini, berawal saat dia melakukan aksinya di warnet Semeru. Saat itu pelaku yang selalu menggunakan obeng untuk melancarkan aksinya terpergok petugas warnet. Mengetahui warnetnya menjadi sasaran pencurian, penjaga warnet langsung melaporkan ke polisi.

Mendapati laporan dari warga, petugas dari Polsek kota langsung menuju TKP dan mendapati pelaku masih berada di TKP beserta barang buktinya. Pelaku yang masih dibawah umur inipun langsung digelandang ke Polsek kota untuk dilakukan pemeriksaan.

Saat diperiksa pengakuan pelaku berbelit-belit, awalnya dia telah melakukan pencurian 24 buah ram computer warnet, namun setelahny pengakuanya berubah lagi yang katanya hanya delapan, ketika pemeriksaan pelaku juga sempat mengaku telah mengambil helm milik tetangganya.

Pelaku juga mengaku bahwa hasil kejahatanya dia pergunakan untuk kebutuhan sekolah dan mengembalikan uang yang dia pinjam dari teman-temanya.

“Uangnya saya pakai untuk keperluan sekolah, karena bapak saya tidak bekerja dan sebagian lagi saya pergunakan untuk mengembalikan hutang saya ke teman-teman,”ucap RWA saat di rung reskrim Polsek kota.

Untuk pelaku yang masih dibawah umur, polisi tidak akan melakukan penahanan, namun proses hukum tetap berlangsung.



Disadur dari : KanalPonorogo

© 2013 iPRESS. All rights resevered. Designed by Templateism