Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out
| | 0 comments | Read More

Film Negeri 5 Menara Gaet Siswa SMA

Bagus Setyo Nugroho
Bagus Setyo Nugroho, nama lajang yang satu ini. Mimpinya bermain film dengan artis-artis tenar di negeri ini pun kesampaian. Tim produksi Film Negeri 5 Menara pun memilihnya lolos dan ikut bermain bersama dalam film yang berlatar belakang kehidupan di Podok Pesantren Gontor ini.
Siswa kelas 1 SMA 1 Ponorogo ini pun dipercaya memerankan tokoh santri Pondok Gontor bernama Imam. Di film yang diangkat dari novel Negeri 5 Menara itu, Bagus pun beradu akting dengan Andhika Pratama, Donny Alamsyah, David Chalik dan Mario Irwinsyah.
Tentu Bagus tidak asal ikut audisi. Bermodal pengalamannya sebagai model dan bakat menyanyi, Bagus menyodorkan biodata pribadinya itu sebagai 'jurus merayu' tim seleksi audisi calon bintang. Rupanya tim seleksi pun terpesona dengan latar belakangnya sebagai penyanyi dan model.
| | 3 comments | Read More

Pemkab Akan Membuat Penangkaran Burung Merak

Ponorogo - Sebagai daerah yang banyak membutuhkan bulu merak untuk kebutuhan pembuatan dadak merak kesenian tradisoinal reog, Pemkab Ponorgo akan berusaha mengurangi ketergantungan terhadap daerah dan Negara lain. Selama ini ribuan bulu merak untuk membuat dadak merak didatangkan dari luar kota bahkan juga dari luar negeri seperti India, karena bulu-bulu nan indah dengan dominasi warna biru dan hijau sulit didapatkan dari dalam negeri, utamanya Ponorogo sendiri. Tahun ini Pemkab Ponorogo berencana membuat tempat penangkaran burung merak.
| | 1 comments | Read More

Pertama Kali di Indonesia, Kontes Raja Buah Durian Digelar

Peserta festival durian dari Desa Talun Kecamatan Ngebel, Ponorogo..
Durian sudah diakui sebagi rajanya buah-buahan. Tapi di atas raja selalu ada raja. Inilah dicari dalam kontes durian yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Rabu (18/1). Yah, durian paling lezat di antara durian yang ada.

Setidaknya 25 jenis durian lokal di Kecamatan Ngebel ikut serta dalam kontes yang baru dua kali dihelat ini. Mulai dari durian Mrobyong, Kukusan, Utri, Gudel hingga durian Suro. Semuanya adalah varietas durian lokal yang dihasilkan oleh warga di enam dari delapan desa di kecamatan yang telah kondang sebagai penghasil buah berduri ini.
Dua desa tidak bisa ikut kontes sebab tanaman durian dari para petaninya belum berbuah. Yaitu dari desa Gondowido dan desa Pupus. Kedua desa ini baru sekitar empat tahun terakhir ditanami pohon durian di lahan kebunnya. Sehingga terpaksa absen pada kontes kali ini.
| | 0 comments | Read More

Pelajar nekat seberangi sungai untuk sekolah

(Ponorogo, Jawa Timur): Keberanian para pelajar Sekolah Dasar diwilayah Watu Bonang kecamatan Badegan sungguh perlu untuk diperhitungkan. Betapa tidak, demi bersekolah, puluhan pelajar nekat menyeberangi sungai dengan lebar belasan meter dan memiliki arus cukup deras.

Bahkan kedalaman sungai itu dapat membahayakan jiwa para pelajar. Aksi bondo nekat itu dilakukan, karena para pelajar tidak memiliki pilihan lain, dalam mendapatkan ilmu dibangku sekolah. Kalaupun harus berputar, para pelajar itu harus menempuh jarak lebih dari 6 kilometer.

Para orang tuapun harus rela mengawal anak-anaknya berangkat dan pulang sekolah. Agar kejadian yang tidak diinginkan tak pernah terjadi. Pelajar Sekolah Dasar inipun, berharap sentuhan pemerintah daerah untuk mewujudkan impian untuk dibangun sebuah jembatan diatas sungai Semagar itu. Pemerintah desa setempatpun, telah memberikan arahan kepada warganya. Agar memperhatikan anak-anaknya jika menyeberangi sungai itu.

| | 0 comments | Read More

Lestarikan Varietas Lokal Untuk Warisan Anak Cucu

KABUPATEN PONOROGO-Durian sudah diakui sebagi rajanya buah-buahan, tapi di atas raja selalu ada raja. Inilah dicari dalam kontes durian yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, Ponorogo sepanjang Rabu (18/1) kemarin. Durian paling lezat di antara durian yang ada.


Setidaknya 25 jenis durian lokal di Kecamatan Ngebel ikut serta dalam kontes yang baru dua kali dihelat ini. Mulai dari durian Mrobyong, Kukusan, Utri, Gudel hingga durian Suro. Semuanya adalah varietas durian lokal yang dihasilkan oleh warga di enam dari delapan desa di kecamatan yang telah kondang sebagai penghasil buah berduri ini.


| | 1 comments | Read More

Kecewa, Pasien Jamkesmas RSUD Merasa Ditelantarkan

Kabupaten Ponorogo-Pelayanan RSUD Dr. Hardjono Kabupaten Ponorogo kembali dikeluhkan pasien dari keluaraga miskin yang menggunakan kartu Jamkesmas. Sebagaimana di tuturkan pasangan suami istri Sarmin Saputro dan Tukinem warga Desa Nglurup Kecamatan Sampung, Ponorogo Kemarin (20/1), dimana Jabang Nugroho putranya yang baru berumur satu tahun yang dirawat di RSUD dikarenakan mengalami patah tulang pada tungkai atas (paha) kaki kanannya, bukanya tambah baik namun justru karena pelayanan yang terkesan asal-asalan, kondisi kakinya bukan bertambah baik malah semakin parah.


“Padahal persyaratan Jamkesmasnya sudah saya lengkapi,namun hanya disemayani saja sama pak doktenya, tidak segera ditolong nanti-nanti saja terus.saat rongent ke dua itu sebenarnya sudah baik dan saya mita digips tapi disemayani terus nanti saja katanya pak dokter!. Juga itu waktu di iringkan perawat tulangnya malah patah lagi.saat saya tanya malah dijawab ketus bahwa dokter lebih tau apa yang harus dilakukan!. Karena kecewa akhirnya saya cabut pulang setelah dirawat inap 16 hari, ”kata Sarmin.

| | 0 comments | Read More

Surau Tempat Ronggo Warsito Menimba Ilmu

Surau kecil yang indah, pernah dipergunakan Pujangga Ronggowasito mengaji. (Foto : Edy Susanto)
KABUPATEN Ponorogo, Jawa Timur ternyata menyimpan banyak petilasan yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam penyebaran agama Islam. Salah satunya adalah wisata religius kawasan Tegalsari, Kecamatan Jetis, kurang lebih 10 kilometer arah tenggara Kota Ponorogo.

Di tempat ini, terdapat masjid besar Tegalsari sebagai bukti tegaknya Islam di kawasan Ponorogo tenggara. Selain menjadi tempat menyenangkan untuk menjalankan ibadah bagi muslim, tempat ini juga memiliki nilai historis yang menarik.

Sekitar 400 tahun lalu, di daerah ini terdapat pesantren kecil yang dipimpin oleh Kyai Hasan Besari atau dikenal dengan nama Ki Ageng Tegalsari. Selain memiliki ilmu agama yang mumpuni, beliau juga tokoh bijaksana dan memiliki ilmu yang tinggi.

Paguyuban Warga Ponorogo

Selamat Datang

Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam sukses dan sehat sejahtera selalu....

Selamat datang di Blog Paguyuban Warga Ponorogo, sebuah blog yang kami persembahkan khusus kepada warga Ponorogo di manapun saat ini berada. Apresiasi Team Kreatif Pawargo untuk memberikan informasi seputar Kota Ponorogo, dalam menghadapi perkembangan Tekhnologi dan Informasi Global. Kami mengajak kepada seluruh Warga Ponorogo untuk ikut serta meramaikan Blog ini. Mari sharing Kegiatan dan Informasi Paguyuban Warga Ponorogo di seluruh penjuru Dunia. Artikel, Photo kegiatan, Wisata kuliner khas Ponorogo, dll

silakan kirim ke email pawargo@gmail.com,

Sekian terima kasih.

Wassalammualaikum Wr. Wb



Fanspage POzone

Blog Archieve

Ponorogo Zone Online Community

Popular Posts