Reyog Ponorogo tampil di Car Free Day Jakarta

Reyog Ponorogo tampil di Car Free Day Jakarta
sumber : deliknews.com
Jakarta – Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau lebih dikenal dengan Car Free Day dimeriahkan dengan penampilan kesenian Reyog Ponorogo. Para seniman dari Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) unjuk kebolehan di depan Grand Indonesia Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat, Minggu (13/03/2016).

Penampilan kesenian Reyog di ajang Car Free Day ini merupakan yang pertama kalinya. Nantinya direncanakan puluhan grup Reyog yang ada di Jabodetabek akan tampil secara bergantian menampilkan kebolehannya dalam ajang tersebut.

“Kami akan unjuk kebolehan sekaligus memperkenalkan kesenian Reyog kepada anak-anak dan masyarakat luas yang datang ke Car Free Day. Banyak pesan-pesan moral kesenian Reyog yang perlu disampaikan,” kata Ketua Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Suyatno usai penampilan perdana Reyog Car Free Day.

Menurut Suyatno pihaknya juga berkomitmen untuk melestarikan, mengembangkan, meningkatkan kualitas seni budaya serta memasyarakatkan seni budaya Reyog Ponorogo di tingkat regional, nasional maupun internasional. Terlebih, Reyog Ponorogo telah diakui sebagai Warisan Budaya Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013 lalu, dan sedang diperjuangan untuk mendapat pengakuan UNESCO.

“Ajang Car Free Day ini juga dimaksudkan untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat luas agar mempercepat perjuangan mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia,” tambah Suyatno.

Sementara Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi yang didaulat untuk menjadi Penasehat KRP menilai kesenian Reyog Ponorogo adalah kesenian tradisional yang sangat bagus. Sehingga disayangkan apabila tidak ditampilkan secara rutin, dan diperkenalkan kepada generasi muda.

“Kesenian Reyog sebaiknya sering ditampilkan, tidak sekedar latihan saja. Dengan bisa tampil rutin di Car Free Day, para seniman Reyog bisa mendapat penyaluran sekaligus memperkenalkan budaya bangsa tersebut kepada masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda,” kata Sanusi.

Penampilan kesenian Reyog mendapatkan perhatian luas dari para peserta Car Free Day. Acara diakhiri dengan mengangkat Sanusi diatas dadak merak bentuk pengukuhan sebagai Penasehat KRP.

Next Generation Party 2016 - Radar Ponorogo, Jawa Pos dan Ponorogo City Center

Next Generation Party 2016 - Radar Ponorogo, Jawa Pos dan Ponorogo City Center
Sumber : radarmadiun.co,id
KOTA – Heboh. Satu kata tersebut tepat menggambarkan acara pesta kreativitas pelajar Ponorogo bertajuk Next Generation Party 2016 hari pertama, kemarin (12/3). Peserta lomba mading yang dijuri paling awal sejak pagi begitu serius finishing. Kegiatan kerja bareng Jawa Pos Radar Ponorogo dan Ponorogo City Center (PCC) itu menjadi ajang adu kreativitas pelajar tingkat SLTP dan SLTA. Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni usai membuka acara melihat satu per satu mading. Dia mengacungkan dua jempol tanda apresiasi tinggi terhadap kreativitas peserta, dan penyelenggaraan kegiatan Next Generation Party 2016. ‘’Pelajar sekarang semakin kritis dan kreatif. Ide-ide mereka cukup masuk akal untuk pembangunan di Ponorogo,’’ kata Ipong.

Bupati yang hadir beserta istri juga mewawancarai semua peserta lomba mading. Komandan Kodim 0802 Ponorogo Letkol Inf Slamet Sarjianto, Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Miseri Effendi, dan Manager PCC Erich Pramono, Plt Kepala Dinas Pendidikan Tutut Herlina, Penanggung Jawab Jawa Pos Radar Ponorogo Bambang H Irwanto turut serta mendampingi. Ipong selalu memberikan aplaus setelah mendengarkan presentasi peserta. ‘’Sekarang ini pintar saja tidak cukup. Harus kreatif. Ajang seperti ini harus dimanfaatkan maksimal,’’ tambah bupati.

Menurutnya, karya pelajar sekarang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ipong tunjuk bukti konsep jalan layang dari salah satu peserta. Konsep jalan tersebut sudah terpikirkan di benak pelajar untuk mengurai kepadatan kendaraan. Pun, Ipong mengaku konsep tersebut cukup mungkin diterapkan di Ponorogo ke depan. Beberapa karya konstruksi gedung bertingkat masa depan juga tak kalah seru. ‘’Kalau zaman saya dulu mading itu ya seperti karya tulis. Tapi sekarang sudah penggabungan dengan karya tiga dimensi,’’ ucap Ipong kagum.

Manager PCC Erich Pramono mengaku bangga dapat menjadi tuan rumah acara untuk pelajar tersebut. Acara diakuinya sesuai dengan visi PCC sebagai salah satu sarana pendidikan di Ponorogo. Erich membuka pintu lebar-lebar bagi komunitas di Ponorogo yang ingin menjadikan PCC sebagai tempat acara. Bukan hanya pelajar, mereka dari komunitas lain disilakan menggunakan PCC sebagai tempat unjuk kreativitas. ‘’Kami menghargai dan mendukung setiap kegiatan bertajuk pendidikan di PCC,’’ ujarnya.

Acara Next Generation Party 2016 berlanjut lomba yel-yel dari pelajar, tadi malam. Sedangkan hari ini, digelar lomba next-G talent, fotografi dan band. Setelah itu, dilanjutkan pengumuman pemenang, penyerahan hadiah dan penutupan. (agi/irw)

Menuju Ponorogo kota Adipura

Menuju Ponorogo kota Adipura
sumber : radarmadiun.co.id
KOTA – Kawasan alun-alun dan trotoar kembali menjadi sorotan jebloknya penilaian adipura di Ponorogo. Petugas gabungan Satpol PP, Dishub, KPPT, dan Kantor Lingkungan Hidup kembali menggelar razia sapujagat di kawasan penilaian adipura, kemarin (11/3). Sejumlah pedagang kaki lima di sepanjang trotoar jalur protokol mendapat peringatan petugas. Sebab, piala lambang supremasi kebersihan kabupaten atau kota itu sudah dua kali luput dari pangkuan Ponorogo. ''Prinsipnya masih peringatan. Tapi kalau masih membandel terpaksa kami angkut,'' kata Kasi Ops Satpol PP Ponorogo Sumartuji.

Kejir –sapaan Sumartuji-mengerahkan puluhan anak buahnya saat razia di kawasan adipura tersebut. Razia dimulai sekitar pukul 07.00. Kejir membagi petugas menjadi tiga kelompok. Petugas langsung menyisir jalan protokol dimulai dari kawasan alun-alun, Jalan Jenderal Sudirman, Gajah Mada, Ir Juanda, Sultan Agung, Basuki Rahmad, Trunojoyo, dan Soekarno-Hatta. Pedagang yang menggunakan trotoar untuk berjualan langsung diberi peringatan. Sejumlah papan reklame bodong dan menyalahi aturan tak luput dari sasaran petugas. ''Kami mengeluarkan peringatan tertulis dan imbauan langsung,'' tegasnya.

Kejir menambahkan, pedagang kaki lima sejatinya sudah memahami aturan dilarang berjualan di trotoar. Tempat pejalan kaki tersebut memang bukan tempat berjualan. Tak urung, mereka langsung memindahkan gerobak dan barang dagangan begitu petugas datang. Mereka terpaksa menggunakan trotoar lantaran sulitnya mencari tempat berjualan yang strategis. Pedagang tampak pasrah. Mereka memilih kooperatif lantaran takut barang bawaan diangkut petugas. ''Prinsipnya trotoar harus steril. Bukan untuk pedagang juga bukan untuk parkir,'' tuturnya.

Kejir juga mewanti-wanti penyedia jasa parkir yang menggunakan trotoar sebagai lokasi parkir. Sepeda motor wajib turun ke pinggir jalan. Pihaknya mengaku sudah menggandeng dishub dan kepolisian untuk menertibkan parkir liar tersebut. Kejir mengaku bakal kembali menggelar razia dadakan dalam waktu dekat. Pihaknya menyatakan tidak segan mengangkut barang dagangan pedagang jika kedapatan membandel. ''Kawasan alun-alun harus bersih. Pedagang hanya boleh berjualan di atas jam 15.00 dan harus kembali bersih paginya,'' katanya. (agi/irw)

Pengembangan pariwisata bumi reyog tidak berjalan maksimal

Pengembangan pariwisata bumi reyog tidak berjalan maksimal
sumber : radarmadiun.co.id
KOTA– Kritik tajam dilontarkan Komisi D DPRD Ponorogo terhadap kinerja Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Para wakil rakyat menilai, disbudparpora kurang kreatif mengelola destinasi wisata. Program pengembangan wisatanya berjalan konvensional. Itu menyebabkan pengambangan pariwisata bumi reyog tidak berjalan maksimal. ‘’Dalam konteks pengembangan wisata, nggak ada yang baru untuk menarik bagi wisatawan,’’ terang anggota Komisi D DPRD Ponorogo, Budi Purnomo, kemarin (10/3).
Politikus Partai Nasdem itu mencontohkan, selama ini disbudparpora kurang fokus dalam pengembangan dan penguatan tujuan wisata. Misalnya, saat wisatawan berkunjung ke Ngebel, hanya berkumpul di sekitar telaga. Wisatawan kurang tertarik mengunjungi destinasi lain karena kurang digarap. ‘’Ngebel itu mau dibawa kemana.Mengapa tidak kreatif bekerjasama dengan Perhutani membangun bumi perkemahan misalnya,’’ tuturnya.
Budi khawatir pengelolaan konvensional hanya sekedar membangun tanpa penguatan dan pengembangan lokasi wisatanya. Akibatnya membosankan. Dia mencontohkan Magelang konsentrasi memperbaiki dan memperkuat pengembangan candi Borobudur, promosi dan pengemasan paket wisata dan destinasi lain. ‘’Begitu juga Bali, pengembangan dan penguatan wisatanya di pantai Kuta dulu, baru disekelilingnya. Masak Ponorogo tidak bisa,’’ katanya.
Dia juga menyorot pusat informasi di samping panggung utama alun-alun. Meski sudah ada petugas yang ditempatkan, tidak ada yang mengakses. Otomatis, pusat informasi itu mati dengan sendirinya. ‘’Ya ini bentuk pengembangan wisata yang kurang fokus,’’ tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Ponorogo Sapto Djatmiko mengatakan, pengembangan wisata bukan hanya tugas satkernya, tapi juga semua pihak. Begitu juga masukan dari komisi D DPRD. ‘’Pengembangan wisata butuh dukungan semua pihak, eksekutif dan legislatif. Tugasnya komisi D membantu dan mendukung program kami. Semua pihak ikut mengawal penganggaran,’’ paparnya.
Pihaknya tidak membantah tahun ini satkernya mendapat duit Rp 7 miliar. Dana itu dinilai kurang jika difokuskan untuk pembangunan dan perbaikan lokasi wisata. Namun jika untuk pekerjaan sederhana, duit itu dinilai cukup.(aan/irw)

Pelantikan Bupati dan Wakil Ponorogo - Ipong Muchlisoni dan Soejarno

Pelantikan Bupati dan Wakil Ponorogo - Ipong Muchlisoni dan Soejarno
 Surabaya –  Resmi sudah kini Ipong Muchlisoni dan Sujarno menjalankan tampuk pimpinan sebagai orang nomor satu di Kabupaten Ponorogo menjalankan amanah masyarakat Ponorogo sebagai bupati dan wakil bupati Ponorogo. Dengan slogannya Ponorogo berbenah diharapkan bisa membawa Ponorogo kedepan lebih baik

Secara resmi  Drs. H. Ipong Muchlissoni dan Drs.H. Soejarno.MM. telah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur di Gedung Grahadi Surabaya, pada pelantikan gelombang ke II, yaitu pada tanggal,17 Pebruari 2016 pukul 13.00-14.00 Wib. Bebarengan dengan Bupati Ngawi,Kediri, Wali kota Surabaya, Malang , Blitar dan Pasuruan.

Pelantikan secara serentak tersebut membuat suasana Gedung Grahadi Surabaya tampak semarak. Adapun beberapa pasangan calon  bupati wakil bupati dan wali kota yang dilantik pada saat itu adalah :

  • Kota Surabaya (Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana)
  • Kota Pasuruan (H. Setiyono – Raharjo Teno Prasetyo)
  • Kota Blitar (Moch Samanhudi Anwar – Santoso)
  • Kabupaten Mojokerto (Mustafa Khemal Pasha – Pungkasiadi)
  • Kabupaten Gresik (Sambhari – Qhosim)
  • Kabupaten Malang (Kresna – Sanusi)
  • Kabupaten Sidoarjo (Saifullah – Muhammad Nur Syaifudin)
  • Kabupaten Situbondo (Dadang Wigiarto – Yoyok Mulyadi)
  • Kabupaten Lamongan (Fadli – Kartika)
  • Kabupaten Sumenep (Busyro Karim – Achmad Fauzi)
  • Kabupaten Blitar (Rijianto – Marhaenis Urip Widodo)
  • Kabupaten Trenggalek (Emil Elestianto Dardak – M. Nurarifin)
  • Kabupaten Kediri (Harianti – Maskuri)14. Kabupaten Jember (Faida M – Mukhid Muqit)
  • Kabupaten Ponorogo (Ipong Muchlissoni – Soedjarno)
  • Kabupaten Ngawi (Budi Sulistiono – Any Anwar)
  • Kabupaten Banyuwangi (Abdullah Azwar Anas – Yusuf Widiatmoko).

Menurut informasi masih  ada 2 bupati yang pelantikannya ditunda. Pelantikan berikutnya akan dilakukan pada Maret 2016 atau sampai masa jabatan bupati sebelumnya habis.

Kedua pasangan calon bupati itu adalah sebagai berikut:

  • Kabupaten Tuban (Fatchul Huda – Nur Nahar Hussein)
  • Kabupaten Pacitan (Indartato – Yudi Sambogo)

Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo meminta secara kusus kepada kepala daerah yang baru dilantik agar segera memiliki peraturan daerah (perda) tentang lahan produktif, karena perda tersebut sangat penting, sangat dibutuhkan terkait menjaga pemenuhan kebutuhan ketahanan  pangan

“Segera berkoordinasi dengan DPRD untuk menyusun dan membahas perda tersebut, agar pemenuhan pangan dan mempertahankan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional” tandas Soekarwo. (KOMINFO)

Jazztilan : komunitas musik Jazz Ponorogo

Jazztilan : komunitas musik Jazz Ponorogo
Jazztilan adalah sebuah komunitas musik Jazz yang ada di Kabupaten Ponorogo. Komunitas ini rutin mengadakan agenda ngejam bareng setiap bulan.

Untuk bulan Februari ini, mengambil tanggal 13 sekaligus ikut memeriahkan Valentine Day. Bertempat di Warcet Jalan Ahmad Dahlan Ponorogo, acara ini menghadirkan musisi jazz dari Malang yaitu Mikail Al-Rabbdia. Seorang gitaris yang tahun ini mendapat kesempatan ikut main di Java Jazz 2016.

Pada kesempatan berbeda, komunitas Jazztilan menggelar Guitar Clinic yang dipandu oleh Mikail Al-Rabbdia. Berlokasi di Wijsoen Coffee, acara ini dihadiri oleh para musisi berbakat di Ponorogo. Mikail memberikan tips cara bermain gitar, dia juga memberikan kesempatan penonton untuk mengajukan pertanyaan seputar gitar.

Namun sayang, file di camera rekam saya rusak. Sehingga tidak dapat menayangkan acara Guitar Clinic pada sore itu. Sekali lagi mohon maaf.
-----------------------------------------------------

LINDA PONOROGO - Dangdut Academy 3 - Konser Nominasi 12 Februari 2016

LINDA PONOROGO - Dangdut Academy 3 - Konser Nominasi 12 Februari 2016
PONOROGO — Penampilan Sherly Marlinda atau Linda Ponorogo dalam Konser Nominasi Dangdut Academy 3 atau D'Academy 3 tidak mengecewakan pendukung dan masyarakat Kabupaten Ponorogo. Linda Ponorogo tampil elok dan menawan saat membawakan lagu berjudul Sepiring Berdua di Konser Nominasi D'Academy 3 yang ditayangkan stasiun televisi Indosiar, Jumat (12/2/2016) malam.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Juri Dangdut Academy 3, Inul Daratista, saat memberikan komentar mengenai penampilan Linda Ponorogo. Inul juga memuji suara Linda yang lembut dan sesuai karakter suara sendiri.

"Penampilan Linda malam ini bagus dan tidak mengecewakan keluarga dan pendukung Linda," kata Inul kepada Linda Ponorogo yang disambut tepuk tangan meriah dari pendukung Linda di Studio Indosiar, Jakarta.

Pantauan Madiunpos melalui tayangan televisi Indosiar, puluhan pendukung Linda Ponorogo memadati studio penonton Konser Nominasi D'Academy 3. Mereka menggunakan berbagai atribut seperti topeng singa barong tanpa dadak merak sebagai bentuk wujud dukungan kepada Sherly Marlinda.

Juri lain, Rita Sugiarto, juga memuji penampilan Linda Ponorogo dalam Konser Nominasi Dangdut Academy 3. Rita mengaku kesulitan untuk mencari bahan kritikan bagi Linda.

"Penampilan kamu sangat bagus. Nyanyinya rapi, cengkok gak berlebihan, pokoknya tidak ada koreksi buat Linda," kata Rita.

Komentar yang senada juga disampaikan oleh dua juri lain, yakni Dorce Gamalama dan Fakhrul Razi. Menurut Dorce, penampilan Linda Ponorogo dalam membawakan lagu berjudul Sepiring Berdua itu sama persis seperti penyanyi aslinya.

Komentar lain diungkapkan Saiful Jamil. Blast Ipul, panggilan ngetrennya, menganggap Linda Ponorogo terlalu berkiblat pada penyanyi asli lagu tersebut. Dia meminta Linda untuk bisa membawakan lagu sesuai karakter dan ciri khas sendiri.

Linda Ponorogo seusai bernyanyi berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Dia memohon dukungan kepada masyarakat, khususnya warga Ponorogo untuk terus mendukung Linda Ponorogo dalam Dangdut Academy 3.


Dalam poling SMS sementara D'Academy, Linda Ponorogo masih berada di posisi pertama dengan perolehan SMS 44,1
Linda Ponorogo D'Academy 3
Ayo dukung terus Linda Ponorogo
Dikirim oleh Ponorogo Komunitas Online pada 12 Pebruari 2016

Dangdut Academy 3 - LINDA Ponorogo "SEPIRING BERDUA" - Konser ...
Ayo mana suaranya untuk Linda Ponorogo?
Dikirim oleh Ponorogo Komunitas Online pada 12 Pebruari 2016

Trend wisata alam Bukit Teletubies di Ponorogo

Trend wisata alam Bukit Teletubies di Ponorogo

Tak hanya seni dan budaya, Ponorogo juga memiliki berjuta panorama alam yang menakjubkan. Baru - baru bukit teletabis di lereng gunung masjid Balong menjadi tujuan favaorit untuk berwisata alam. Kenapa bernama bukit teletabis? Simak liputan berikut. Ada video udaranya juga lo :) (TrendTV)

Video ala “The Raid” itu diberi judul “Hadid”

Video ala “The Raid” itu diberi judul “Hadid”
Teman-teman kita di Pondok Pesantren Gontor sukses bikin semua orang tercengang lewat aksi mereka dalam sebuah film video. Dari cuplikan video seperti yang diunggah akun YouTube bernama Gontor TV, mereka memeragakan kemampuan silat santri dengan fighting scene yang mirip dengan adegan di film “The Raid”.

Kementerian Luar Negeri RI berjanji bebaskan Rita Krisdianti

Kementerian Luar Negeri RI berjanji bebaskan Rita Krisdianti
Kemenlu RI berjanji akan berupaya sekuat tenaga untuk bisa membebaskan Rita Krisdianti (27) TKI Ponorogo, yang terancam hukuman mati di Malaysia. (Poniyati dan perwakilan dari Kemenlu/Sindonews).
PONOROGO - Kementerian Luar Negeri RI berjanji akan berupaya sekuat tenaga untuk bisa membebaskan Rita Krisdianti (27) TKI asal Ponorogo, yang terancam hukuman mati di Malaysia. Rita dituduh terlibat kasus penyelundupan narkoba. 

"Proses sidang (Rita) ini masih panjang. Masih akan vonis disidang tingkat pertama (setingkat pengadilan negeri). Masih ada banding (setingkat pengadilan tinggi atau provinsi) dan apa tingkat kasasi (setingkat mahkamah agung). Ada lagi badan pengampunan," urai Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal usai menjadi pembicara pada Sarasehan Perlindungan TKI di Ruang Rapat Utama gedung DPRD Ponorogo, Kamis (4/2/2016). 

Saat menjadi pembicara, Iqbal sempat menyebut, saat ini peluang Rita untuk bebas masing fifty-fifty. Ini terkait berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pihak konsuler sebagai kepanjangan tangan pemerintah di Penang, Malaysia. 

Strategi yang diupayakan melalui pengacara lokal yang beracara di sidang tersebut juga sudah maksimal. "Kami sudah mencari saksi-saksi yang meringankan, meski sulit dilakukan. Dan saat ini kami membuka lebar pihak-pihak yang bisa ikut membela Rita karena kami yakin Ibu Rita tidak bersalah," ujarnya. 

Di depan gathering sarasehan, Iqbal sempat menyatakan akan memfasilitasi bila ada saksi yang meringankan Rita. 

Dikatakannya, saat ini Rita membutuhkan dua saksi yang meringankan. 

Sebab beberapa orang yang sempat akan dijadikan saksi ternyata saat diwawancara pihak Kemenlu malah mungkin memberatkan Rita. 

"Untuk Rita, kalau kita lihat baru beberapa bulan dia di-PHK, berarti ada issue pada penempatannya. Kalau ordinary, seharusnya dia setelah dua tahun baru selesai masa tinggalnya. Dan tidak ada pungutan yang terlalu besar (untuk penempatan dan lain-lain). Dia (Rita) dalam enam bulan itu tidak pegang uang karena itu dia rentan (tersangkut kasus hukum)," urai Iqbal. 

Usai menjadi pembicara, Iqbal menyempatkan diri bertemu dengan Poniyati, ibu kandung Rita yang juga menjadi peserta sarasehan. 

Di ruang kerja ketua DPRD Ponorogo, mereka sempat bercakap-cakap. Beberapa kalli Iqbal membesarkan hati Poniyati dan keluarga serta menyatakan pemerintah selalu berupaya keras untuk membebaskan Rita. 

Poniyati sendiri menyatakan sudah tenang setelah mendengarkan sendiri berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri untuk membebaskan anaknya. 

"Sudah tenang, seneng Alhamdulilalh. Saya cuma ingin segera ketemu anak, nanti pas sidang pengen datang ke sana. Harapannya Rita bebas dari hukuman apapun, pulang ke saya," ungkapnya.

Kementerian Luar Negeri RI sudah dampingi Rita Krisdianti sejak tahun 2013

Kementerian Luar Negeri RI sudah dampingi Rita Krisdianti sejak tahun 2013
 Aktifis dari Peduli Buruh Migran Mendukung Perjuangan Poniyati menyelamatkan Nyawa Rita Krisdianti dengan menggelar aksi turun ke jalan (25/01)
LENSAINDONESIA.COM: Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal membantah bila pihaknya lepas tangan terhadap nasib Rita Krisdianti, warga Gabel, Kauman, Ponorogo, Jawa Timur yang tersangkut masalah narkoba.

Kemlu sudah mengawal kasus Rita semenjak Rita ditangkap tahun 2013 lalu.

“Sudah kita lakukan sejak tahun 2013, jadi sejak hari pertama Rita ditahan oleh otoritas di Malaysia, kita sudah berikan perlindungan kepada ibu Rita, kita sudah melakukan perlindungan dan pengawalan dalam proses investigasi, menyiapkan penerjemah, bahkan kita sudah menunjuk pengacara,” terang Iqbal saat bertemu dengan keluarga Rita di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Acara yang dikemas dalam sarasehan tersebut juga dihadiri seluruh unsur pimpinan DPRD, Pimpinan ALKAP dan Forpimda, Kemenlu, BNPT2TKI, Migrant Institut, PJTKI serta keluarga Rita Kisdiyanti.

Dijelaskan Lalu Muhammad Iqbal, sejak 2011 sampai dengan 2016 tercatat 282 warga negara Indonesia yang berada di luar negeri telah berhasil dibebaskan dari hukuman mati. Sementara masih tersisa 205 yang masih dalam proses hukum, dimana sejumlah 158 berada di Malaysia dan 106 di antaranya karena tersandung kasus narkotika.

Dari sejumlah warga negara Indonesia yang tersandung kasus degan ancaman hukuman mati tersebut hampir 80 % adalah tenaga kerja wanita yang mengais rejeki di luar negeri.

Sementara itu Poniyati ibu kandung Rita mengaku lebih tenang setelah dipertemukan dengan pihak Kemenlu. “Saya merasa lebih tenang mas, dan ternyata pemerintah memperhatikan nasib anak saya, mudah-mudahan anak saya bisa bebas,” terang Poniyati.

Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Ali Mufty mengatakan, pihaknya berencana akan memberangkatkan perwakilan DPRD ke Malaysia mendampingi Poniyati serta keluarganya untuk memberikan support pada keluarga dan Rita Kisdiyanti.

“Kita dalam waktu dekat akan berangkat bersama pihak orang tua dan keluarga Rita Krisdianti ke Malaysia untuk memberikan dukungan dan pendampingan pada Rita, ya mudah mudahan Rita bisa terbebas dari segala tuduhan, minimal selamat dari hukuman pancung,” ucap Ali Mufty.

Rita Krisdianti, Tenaga Kerja Wanita (TKW), yang tertangkap polisi diraja Malaysia karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 4 Kg di Bandara Internasional Penang, Malaysia. @arso

Penemuan ular Piton di Badegan

Penemuan ular Piton di Badegan
'
Di Ponorogo masih ada Rusa hutan?

Reyog Meriahkan Program Keserasian Sosial

Reyog Meriahkan Program Keserasian Sosial
Aktualita.co – Para seniman Reyog Ponorogo menyambut kedatangan Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa untuk mencanangkan program keserasian sosial. Program keserasian sosial merupakan upaya untuk pencegahan terjadinya bentrokan warga yang disebabkan oleh persoalan SARA. “Sampai saat ini, penerima program sudah mencapai 21 provinsi, 136 kabupaten, dan 520 desa. Saya sering menyampaikan dari yang kecil kalau untuk perubahan besar. Jangan bicara skup nasional tapi rapuh di bawah,” ujar Khofifah usai meresmikan tugu keserasian sosial di RW 1, Kelurahan Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2015). Lanjutnya, melalui program tersebut pemerintah ingin masyarakat bawah bisa hidup berdampingan dan melakukan pendeteksian konflik secara mandiri. Terlebih kebhinekaan, merupakan keniscayaan. Harapannya akan jadi multiplier effect bagi wilayah sekitar. keserasian sosial Sementara di tempat yang sama, Wakil Ketua Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Suparno Nojeng mengatakan implementasi keserasian sosial sudah ada dalam nilai-nilai seni budaya reyog. “Nilai-nilai keserasian sosial sudah terimplementasi dalam reyog, seperti beragamnya suku dan agama para seniman pemain reyog. Termasuk kesetiakawanan sosial yang menjadi nilai luhur reyog,” kata Nojeng. Pada akhir acara, sebagai bentuk penghormatan, Khofifah didaulat untuk menaiki dadak merak reyog Ponorogo, diiringi suara gamelan yang membahana. (PR/Aktualita)

Pelajar Diminta Lestarikan Reyog Ponorogo

Pelajar Diminta Lestarikan Reyog Ponorogo
Jakarta, 27 November 2015 : Generasi muda, khususnya para pelajar, diminta ikut melestarikan warisan budaya takbenda nasional, seperti Reyog Ponorogo. Budaya reyog diketahui mengajarkan nilai-nilai moral, diantaranya solidaritas, guyub, persatuan, kesetiaan, pengorbanan dan keberanian.

"Melalui pagelaran seni budaya, pemerintah berharap akan terbangun sebuah harapan baru dalam upaya meletakkan kembali nilai-nilai dan sendi-sendi nilai luhur kebudayaan bangsa semangat cinta tanah air. Serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, kemudian semakin tertanamnya jiwa nasionalisme melalui kebudayaan," kata L Salman, dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat menghadiri Pagelaran Seni Budaya bertajuk "Memperkuat Ketahanan Budaya Nasional Nasional Melalui Seni Budaya Reyog Ponorogo", di SMP Labschool Rawamangun, Jakarta Timur, Jum'at (27/11)

Pagelaran tersebut merupakan hasil kerjasama Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) dengan Kemendagri. Sebelum pagelaran, lebih dulu dipaparkan peran penting seni budaya yang menghadirkan L Salman, Nursilah (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta) dan S Nojeng (Wakil Ketua Komunitas Reyog Ponorogo).

Nojeng mengatakan pengenalan reyog Ponorogo kepada generasi muda, khususnya pelajar merupakan program dari Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) yang berdomisili di Jakarta.

"Ini merupakan bentuk pelestarian warisan seni budaya dan bentuk cinta tanah air Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Dosen UNJ Nursilah mengatakan menikmati karya seni pertunjukan tari merupakan salah satu bentuk kegiatan apresiasi. Para siswa hendaknya dikenalkan dengan apresiasi yang terdiri dari dua yaitu memahami keindahan bentuk tari dan keindahan isi tari.

"Kategori pertama, memahami keindahan bentuk tari meliputi aspek keindahan koreografi tari dan aspek kemampuan penari. Sementara kategori kedua, keindahan isi tari dapat dilihat dari tema dan isi tari yang dibawakan," papar Nursilah.

Ratusan siswa SMP Labschool terlihat antusias menyaksikan pagelaran Reyog Ponorogo tersebut. Bahkan diakhir pagelaran Kepala SMP Labschool, Ali Chudori dan Ketua Osis SMP Labschool, Nurrahman Wahyu Firdaus diangkat oleh dadak merak.


Salam budaya,
M Syaiful Jihad (Sekretaris KRP)
0818889037

TEATER TOPENG dan TEATER TERMANIS di Pentas Teater Ponorogo

TEATER TOPENG dan TEATER TERMANIS di Pentas Teater Ponorogo
Pementasan Teater 2 bulan sekali yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata ,pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Paguyuban Seni Teater Ponorogo pada hari Sabtu tgl 12 September tersebut lancar dan sukses, dimana antusias penonton memenuhi Gedung Kesenian Ponorogo, setelah pementasan Paguyuban Seni Teater mengadakan Saresehan dimana saresehan tersebut berfungsi sebagai evaluasi, saran, kritik kepada Komunitas Teater yang selesai pentas malam itu dan juga untuk Panitia PSTP.

Pementasan Ke 1 : TEATER TOPENG

Naskah : Obrok owok – owok, Ebreg ewek – ewek | Karya : Danarto | Sutradara : Candra A. Rachman
Asisten Sutradara : Rochmad Dwi |Penata Musik : Bonnie & Friends
Pemain: Arnik Cahyawati, Almira Khansamelia, Niyan Bunga, Ghoffar Alanjati, Anjany Novella, Risky Devana Putra, Ikhsan Ega N, Widya kartikasari winarno.

Masa lalu, masa kini, masa yang akan datang menjadi satu, ruang dan waktu kumpul dalam satu suasana dan keadaan: pasar beringharjo yogyakarta adalah ruang ujian adalah kamar tidur adalah tempat ngamen adalah hari ketuaan menanti maut…. Adalah…. Adalah….
Dimana pasar tradisional tersebut akan digusur dijadikan pasar modern.

Pementasan Ke 2 : TEATER TERMANIS

Naskah APA? Karya: Andik Sukro | Sutradara :Andik Sukro | Penatas Musik : H Sutanto Bersama Si Manis Percussion
Pemain : Ferdian Budianto, Laila Nurul, Tyra Awalya, Theodorus Cahyo, Wildan Naim, Putri hayyu, Silvia Berlian, Fifi Arida, Anisa, Arohma Minasti

Naskah Berjudul "APA?" Ini menceritakan tentang pemilihan Ketua OSIS dimana ada 5 kandidat setiap kandidat mempunyai visi misi yg berbeda, unik, mengkritik dan dibalut banyolan, pemilihan ini tidak berlangsung lancar dan sukses dikarenakan dompet salah satu Calon Ketua Osis hilang, dompet tersebut berisi uang dana untuk proses pemilihan OSIS jika uang tersebut hilang Pemilihan OSIS akan dibatalkan, 4 Calon kandidat Ketua OSIS itu bahwa mencurigai calon ke 5 yang mencuri dikarenakan calon ke 5 saja yg belum kampanye, calon kelimapun dihajar oleh 4 Calon Ketua Osis tersebut. Calon Ketua Osis yang kehilangan dompet tersebut tertawa tebahak bahak karena saingan calon ketua osis berkurang satu, dibalik tertawa itu ternyata dompet hilang tersebut hanyalah politik kecurangan yang dilakukan Calon Ketua osis yg berpura pura dompetnya hilang dicuri..

Itulah sekilas ulasan cerita kedua pementasan Teater 2 bulan sekali yang diselenggarakan digedung kesenian ponorgo.(teg)

Nikmatnya Gethuk Golan Ponorogo

Nikmatnya Gethuk Golan Ponorogo

Pawaggo.com – Pernah dengar Nama Desa Golan ?. Jika anda orang asli Ponorogo tentu tak asing dengan legenda perseteruan desa Golan dan Mirah. Tetapi kali ini kita tidak akan membahas itu. Kita akan membahas makanan khas dari desa Golan Kabupaten Ponorogo yaitu “Gethuk Golan”.

Ada banyak alasan mengapa getuk Golan menjadi legenda. Dari segi tampilan dan rasa, getuk Golan memang berbeda dari getuk biasa. Jika getuk biasa adalah olahan singkong yang ditumbuk bersama gula jawa,getuk Golan disajikan bersama ketan/jadah ,taburan parutan kelapa dan cairan gula kelapa yang manis. Daya tarik kedua adalah dari segi harga.bayangkan,di jaman serba mahal ini getuk Golan dapat anda nikmati dengan harga 1000 rupiah. Di sajikan di atas daun pisang, tampilan tradisional sangat kental dirasakan.

Dahulu lebih dari 70% penduduk desa Golan membuat dan menjual gethuk ini. Waktu itu, gethuk yang di buat masyarakat desa Golan masih gethuk murni berwarna putih berbahan utama singkong tanpa ada tambahan gula merah. Namun saat ini hanya tinggal sekitar 12 orang yang masih bertahan memproduksi dan menjual Gethuk Golan.

Untuk mendapatkan gethuk Golan yang asli, mau tak mau anda harus pergi ke desa Golan. Dari pusat kota ( Pasar Legi ) lurus ke arah barat krg lebih 5 km hingga perempatan Kerun Ayu, belok ke utara 1 km sampai di desa Golan. Ada plang Getuk Golan di jalan Srikaton , masuk ke arah barat 100 meter. Anda tanya orang saja, banyak yang tahu.

Jika anda tidak berminat pergi ke desa Golan, anda masih bisa menikmati gethuk Golan yang dijual di kota Ponorogo. Tepatnya di jalan Singodemejo atau lebih dikenal dengan nama Jalan Baru, tepatnya disebelah selatan Stadion Batoro Katong Ponorogo. Di penjual yang satu ini ada 5 macam yang ditawarkan dari olahan gethuk. Yaitu Gethuk Ketan, Gethuk Gatot, Gethuk Thiwul, Gethuk Trio dan Gethuk Goreng. Gethuk Golan nan legit penuh histori ini bisa anda dapatkan dengan kisaran harga Rp.1500 hingga Rp.3000 saja.(teg)

DPRD Ponorogo Rapat koordinasi Mengenai hibah bansos dan Bank Pasar

DPRD Ponorogo Rapat koordinasi Mengenai hibah bansos dan Bank Pasar

Rapat koordinasi yang digelar di gedung paripurna DPRD Ponorogo antara legislatif dan eksekutif pada Jumat (18/09/2015) telah menelorkan sejumlah poin penting. Diantaranya, kejelasan mengenai hibah bansos, Bank Pasar, masalah alun-alun kota, realisasi aspal hotmix dan pembangunan infrastruktur, perizinan RSUD dr Harjono Ponorogo hingga perayaan Grebeg Suro. Para wakil rakyat mempertanyakan kejelasan langkah eksekutif terkait isu-isu krucial untuk masyarakat Ponorogo.

Terkait hibah, Pimpinan DPRD dan Eksekutif bersepakat dalam waktu dekat untuk lebih dulu konsultasi ke kantor biro hukum Gubernur Jawatimur. Sementara untuk masalah bank pasar, dari masukan sejumlah anggota dewan dan komisi yang terkait, Pimpinan Dewan meminta pemerintah lebih jeli lagi melihat siapa yang terzdolimi yang harus segera dicarikan solusinya.

“menurut ijtihad Saya, orang yang terdzolimi (terkait BPR) itu siapa, nah itu yang harus kita bantu,” kata Ali Mufhti saat memimpin forum rapat. “yaitu orang-orang yang punya titipan uang di bank itu dan tak bisa dikembalikan,” jelasnya.

Ketua DPRD Ponorogo, Ali Mufthi yang memimpin langsung rapat meminta Pj Bupati dan Sekda, menjelaskan langkah pemerintah daerah Ponorogo menyikapi masalah hibah dan bank pasar, serta kesediaan Pemda mengupayakan program pengaspalan di ruas-ruas jalan di beberapa kecamatan dengan aspal hotmix.

“jadi semangat kita bersama ini untuk membantu pemerintah daerah, mencari solusi satu persatu,”

Dia pun juga meminta komisi B yang juga membidangi masalah bank pasar ini bisa lebih detail merangkum masalah BPR.

“untuk komisi B, undanglah BPR ini, undanglah nasabah yang punya deposan di sana biar teman-teman komisi B lebih detail tahunya,” tegas Ketua DPRD kepada para anggota. Sementara terkait yang ngemplang masalah BPR itu, DPRD pun membiarkan hukum yang nanti akan berjalan.

Sementara itu, PJ Bupati Maskur menanggapi positif rapat koordinasi mencari solusi bersama terkait sejumlah poin penting bagi Ponorogo dewasa ini. Terkait masalah bank pasar, Maskur dalam waktu dekat akan mengevaluasi keseluruhan masalah tersebut. Termasuk dasar hukum BPR hingga proses pembayaran kepada para deposan yang selama ini dirugikan, apakah bisa melalui APBD atau sumber dana lain.

“ya sepanjang ada legal aturan yang mengarah kesana akan kita coba, tapi intinya ini akan kita evaluasi ulang dulu ya…” terang Maskur kepada wartawan.

Logo Resmi "Ethnic Art Of Java"

Logo Resmi "Ethnic Art Of Java"

Tema Global
Secara kasat mata dapat kita lihat kontur reyog Ponorogo dominan sekali dalam logo tersebut. Ini memang disengaja agar supaya brand Ponorogo dan reyognya bisa menjadi icon bagi kota Ponorogo itu sendiri. Pengejawantahan dari huruf O menjadi bentuk yang dibuat sedemikian rupa sehingga bentuk tersebut bisa mewakili reyog , budaya dan kearifan lokal Ponorogo.
Tag Line
"ETHNIC ART OF JAVA" sebagai tag line Ponorogo memberikan makna bahwa Ponorogo mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan kota yang lainnya khususnya dibidang seni budaya. Dimana reyog sudah menjadi icon Ponorogo yang kita tahu sudah menjadi budaya nasional. Dan menjadi kebanggaan tidak hanya masyarakat Ponorogo akan tetapi bangsa Indonesia.


Bentuk Logo
Bentuk logo yang menyambung dari huruf N, O,dan  R diharapkan semua elemen masyarakat Ponorogo bisa menjadi satu visi dan misi untuk Ponorogo yang lebih baik.

Kontur bentuk reyog jelas itu adalah icon Ponorogo dan diharapkan bisa menjadi branding Ponorogo yang mewakili semua aspek seni budaya dan pariwisata Ponorogo.

Bentuk tumbuhan yang menggambarkan kesuburan dan perkembangan, diharapkan bisa menjadi semangat untuk menjadi semangant untuk maju dan berkembang sehingga bisa mencapai cita-cita bersama.

Bentuk logo yang simpel, dinamis, dan tidak kaku menggambarkan bahwa Ponorog itu luwes, ramah, dan up to date terhadap perkembangan jaman.

KRP Siap Mengawal Reyog Segera Mendapat Pengakuan UNESCO

KRP Siap Mengawal Reyog Segera Mendapat Pengakuan UNESCO

Komitmen KRP untuk terus memperjuangkan produk seni budaya Reyog agar diakui United Nations Educational, Scientific adan Cultural Organization (Unesco) disampaikan saat menggelar syukuran Milad ke-1 Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) di kawasan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (21/08/2015) kemarin.

Ada puluhan grup reyog dan pegiat reyog yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya yang menghadiri acara tersebut. Dengan tema "Reyog Ponorogo Menuju UNESCO" KRP siap mengawal reyog mendapat pengakuan dari UNESCO.

"KRP siap mengawal Reyog agar segera diakui sebagai warisan budaya dunia. KRP juga meminta pemerintah untuk memfasilitasi proses usulan supaya reyog mendapatkan pengakuan dari UNESCO," kata Suyatno

Untuk memperjuangkan pengakuan reyog sebagai warisan budaya dunia KRP juga telah melakukan road show dengan menemui Bupati Ponorogo, M Amin, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bahkan telah bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo.

"Walaupun KRP baru setahun didirikan, tapi kami sudah mempunyai kelengkapan organisasi, jadi kami bukan organisasi abal-abal atau ilegal. Bahkan Gubernur DKI mengapresiasi kelengkapan administrasi yang KRP miliki," tegas Suyatno

"Semua pejabat yang kami datangi memberikan apresiasi positif dan KRP akan terus mengkampanyekan Reyog Ponorogo menuju UNESCO," papar Suyatno yang juga pimpinan grup Reyog “Bantarangin”.

Sumber : jogjanews.com

Upacara Kemerdekaan di Desa Krebet, Warga Sangat Antusias

Upacara Kemerdekaan di Desa Krebet, Warga Sangat Antusias
Warga antusias upacara berlangsung khidmat
PONOROGO | Beginilah semangat warga desa Krebet kecamatan Jambon Ponorogo, saat melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan RI ke 70 tahun yang digelar di tanah lapang di desa setempat. Upacara ini diikuti semua warga desa dan uniknya peserta upacara, dibebaskan mengenakan pakaian apapun sesuai dengan kesehariannya, ada yang bawa cangkul, Scrop,semprotan padi, Keranjang rumput. bahkan warga yang idiot pun dengan 2 jempol, ingin menunjukan kegembiraanya dalam ucpara peringatan hut ri ke 70 tahun tersebut. Meski pakaian seadanya dan alas kaki apa adanya, namum para warga desa Krebet ini sangat semangat mengikuti kegiatan upacara yang di gelar di desanya.

Meski upacara yang di lakukan di kampung idiot ini cukup sederhana namum tidak mengurangi kekhidmatan dalam upacara peringatan HUT RI ke 70 tahun tersebut.

Salah satu warga mengaku terharu, bangga dan sangat senang, sehingga sulit diungkapankan bisa ikut upacara di hari kemerdekaan tersebut, karena selama ini, ia tidak pernah melakukan upacara 17 san seperti orang kantor pemerintahan.

Menurut ketua panitia HUT RI ,kegiatan ini dilakukan untuk memberikan semangat kembali kepada warga desa atas kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah diraih dengan pengorbanan darah dan nyawa oleh para pejuang kemerdekaan tersebut. Sehingga dengan kegiatan upacara ini, bisa kembali memperkuat rasa nasionalisme yang ada di masyarakat.

Mifrohadi menambahkan untuk menyemarakan peringatan HUT RI ke 70 tahun tersebut, seusai kegiatan upacara akan digelar berbagai lomba, dengan tujuan untuk memupuk kebersamaan dan kegotongroyongan.

Sumber : Pojokpitu.com

Pakai Kostum Khas Pedagang Pasar Songgolangit Mengikuti Upacara HUT RI ke-70

Pakai Kostum Khas Pedagang Pasar Songgolangit Mengikuti Upacara HUT RI ke-70
Unik. Pedagang Pasar Songgo Langit memakai Kostum khas ponorogo dalam upacara peringatan HUT RI ke-70
PONOROGO : Ratusan pedagang pedagang Pasar Songgolangit Ponorogo menggelar upacara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 di halaman parkir pasar Songgolangit Selatan(pasar lanang).

Sebelum digelarnya upacara, diawali dengan prosesi dengan membuang sesaji ke empat penjuru berlangsungnya upacara.

Dalam upacara tersebut semua peserta sampai pada petugas upacara mengenakan pakaian khas Ponorogoan, yang juga diikuti dengan penampilan group Reyog Ponorogo. “Ini istimewa buat para pedagang pasar Songgolangit, ini tetap semangat dan optimis banget,” ucap Irianto, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Songgolangit, Senin (17/8/2015).

Dengan mengenakan pakaian ala Ponoragan, Irianto berharap ingin menunjukan bahwa dengan semangat Ponorogo dan para waroknya bisa memberikan penyemangat bagi para pedagang.

Iriyanto yang juga menjadi inspektur upacara dalam pengibaran bendera merah putih tersebut, juga mengkritisi para pejabat. Dirinya berharap adanya perhatian tidak hanya pada fisik bangunan pasar, akan tetapi juga penataan pasar sehingga para pedagangnya.

“Saya gabungkan seni Ponorogo ini dengan budaya dengan acara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ini karena rasa nasionalisme rakyat sekarang telah pudar, dalam kemasan ini supaya tampil beda,” ucap Tyas Gunarto ketua panitia. (teg)

Sumber : Lensaindonesia

Cara Polwan Polres Ponorogo Rayakan HUT RI ke-70

Cara Polwan Polres Ponorogo Rayakan HUT RI ke-70
Polwan Anggota Polres Ponorogo saat meriahkan HUT RI ke-70
HUT RI– Polisi Wanita (Polwan) Kepolisian Resort Ponorogo Jawa Timur memiliki cara unik dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70. Mereka melakukan pertandingan futsal dengan mengenakan sarung. Hebatnya mereka bertanding melawan polisi laki-laki. Namun, sang polisi laki-laki harus menggunakan daster.

“Kami saat ini memang sedang merayakan Agustusan, dengan mengadakan berbagai lomba, salah satunya adalah lomba futsal ini. Kalau futsal itu kan biasa, tapi ini kami buat luar biasa karena kostumnya adalah sarung dan daster,” paparnya.

Pertandingan futsal antara Polwan bersarung dengan polisi berdaster tersebut digelar di halaman Markas Kepolisian Resort Ponorogo, Jumat (2015-08-14) pagi.

Wakil Kepala Kepolisian Resort Ponorogo Komisaris Polisi Suharnoto mengatakan, pihaknya memang sengaja menggelar perayaan HUT RI dengan cara yang unik.

Dalam laga itu, para wanita polisi yang cantik-cantik menunjukkan perjuangan yang hebat. Sebagai bukti mereka kalah tipis 3-4 dengan polisi laki-laki.[Responorogo]

Sumber : Tribatanews.com

Upacara Unik Peringati HUT RI ke-70 di Ponorogo

Upacara Unik Peringati HUT RI ke-70 di Ponorogo
Seniman reyog ikuti upacara HUT RI ke-70
Upacara unik dengan peserta seniman reog berkostum lengkap itu digelar di Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Minggu (16/8/2015). Bukan hanya diikuti seniman reog, upacara benderea perayaan HUT RI itu juga melibatkan penabuh gamelan jawa untuk mengiringi lagu Indonesia Raya.

Kegiatan yang dilakukan warga Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo itu dirancang khas karena reog ponorogo merupakan aset Negara sehingga para seniman harus ikut andil dalam melestarikannya. Upacara unik itu juga sebagai bentuk rasa hormat kepada pendahulu bangsa yang memerdekaan Indonesia.

Bukan hanya orang dewasa, sejumlah anak-anak tampak ikut serta dalam upacara bendera perayaan HUT RI itu. Anak-anak tersebut juga memakai baju bujang ganong, mereka dengan senang hati mengikuti upacara ini karena menghormati para pahlawan bangsa yang telah gugur membela negara Indonesia.

“Saya senang ikut upacara ini, lucu. Saya disuruh pakai baju bujang ngganong,” ungkap salah seorang anak.


Upacara unik memperingati HUT RI ke-70 
Meski memakai baju reog ponorogo dan topeng, bujang ganong, para seniman serta anak-anak sangat gembira dan bersemangat. “Kami semua sangat bangga karena masih bisa merasakan upacara bendera dengan memakai kostum reog ponorogo. Dan semangat seperti ini jangan lantas hilang, karena siapa lagi yang mau mempertahankan Reyog Ponorogo kalo bukan kita warga Ponorogo sendiri.”kata Agung Prianto, salah seniman Reog.

Dengan adanya kegiatan upacara bendera HUT RI itu, para seniman berharap negara indonesia semakin baik, serta sadar bahwa seni reog ponorogo adalah bentuk hiburan tradisional Indonesia yang bisa dikenal di seluruh penjuru dunia.(teg)

Sumber : Solopos.com

Semerbak Tempo Doeloe, Berburu Sate Setono, Pecel Tumpuk dan Sego Tahu di Kota Lama Ponorogo

Semerbak Tempo Doeloe, Berburu Sate Setono, Pecel Tumpuk dan Sego Tahu di Kota Lama Ponorogo

Sate Ayam dan Sego Tahu, kuliner khas yang hanya bisa kita dapatkan di daerah ini, sebenaranya di Ponorogo merupakan sentra sate ayam, namun sate ayam di daerah Kota Lama ini mempunyai ciri khas, dimana ayam direbus dulu sebelum di sunduk menjadi sate, sambal kacang dan bumbunya juga beda dengan sate di daerah Ponorogo kota, dan ke khasan ini diikuti oleh pedagang-pedagan sate di pinggiran dan desa-desa di Ponorogo, sate ini biasa jualannya dipikul sambil teriak "Teeeeee................ sate....................."

Namun begitu juga banyak pedagang sate yang mangkal di sekitaran kota lama, diantaranya di komplek pasar Pon dan di utara, timur, selatan, dan barat pasar Pon.

Sego tahu, nasi tahu yang khas nasi atau lonthong yang di kasih tahu goreng yang dikopyok dengan telur, sambal atau bumbunya kacang peda dan diberi kecap manis dan acar. Dan nasi tahu ini bisa kita dapatkan di selatan perempatan dan barat perempatan.

Ada juga pecel tumpuk dan soto santan khas pasar pon, yang akan memanjakan lidah pengunjung.

Rumah priyayi dan juragan batik, Di sepanjang jalan Batoro Katong dan sekita kota lama ini kita akan dibuat kagum oleh rumah rumah dengan arsitek lama, rumah khas Ponorogo seperti gambar di atas dan rumah yang menjulang tinggi dengan atap yang agak tegak dengan halaman luas.

Mirip bagunan jaman Belanda, dan hanya orang-orang kaya yang bisa memiliki bangunan ini. Dan daerah ini dulu menjadi rumah-rumah juragan batik, dan bangunan tersebut selain digunakan rumah hunian juga dibuat sekolahan dan perkantoran.

Nama jalan-jalan seperti sido mukti, cide wilis, ukel, parang menang, parang kusumo menjadi bukti kalau daerah sini menjadi pusat batik dan kota.

Dari kota lama ini pula kegiatan budaya di Ponorogo dimulai, seperti kirab budaya, kirab Grebeg Syuro, Kirap Pusaka, intinya adalah gambaran pindahnya pemerintahan dari kota lama ke kota baru yang sekarang ini yang berjarak kurang lebih 10 km.

Kota lama ini banyak group kesenian reyog dan sanggar tari tentang Ponorogo, yang bisa didatangi kapan saja. Kota lama juga menjadi sentra pembuatan batu bata dan gerabah, banyak asap dari perapian menjelang sore dari tempat tempat pembakaran batu bata dan gerabah.

Kegiatan ini sebagia besar sudah menjadi penghasilan utama di sela sela pekerjaan di sawah.

Artikel oleh : Nanang Diyanto
Sumber      : Kompasiana

"Pasar Pon" Kota Lama Ponorogo

"Pasar Pon" Kota Lama Ponorogo
Kawasan Kota Lama "Sar Pon" Ponorogo (Kompasiana/Nanang Diyanto)
Dalam sejarah berdirinya Ponorogo pernah mengalami perpindahan pusat pemerintahan, sebelum di tempat sekarang ini pusat pemerintahan berada di sekitaran Pasar Pon, orang lebih suka menyebut Kota Lama.

"Prapatan Pasar Pon" ini menjadi pusat kegiatan masyarakat, pasar ini berdiri sejak jaman Ponorogo berdiri sehingga sekarang, namun besar dan luasnya kalah dengan pasar Songgolangit yang menjadi pasar induk Ponorogo sekarang ini, prapatan (perempatan) ini menjadi batas 3 kecamatan yakni; Babadan, Siman dan Jenangan, dan menjadi batas 4 kelurahan yakni; Kadipaten, Singosaren, Mangunsuman, dan Patihan Wetan.

Beberapa bangunan serta peninggalan bersejarah masih bisa kita nikmati dan kita pelajari dan dirawat sehingga sekarang, berikut liputannya.

Makam Setono, komplek makam para bangsawan sekaligus para penyebar agama Islam berada ditimur perempatan belok ke kiri tepatnya di jalan Raden Katong kelurahan Setono Kecamatan Jenagan.

Ini menjadi salah satu tujuan wisata religi, di makam ini disemayamkan antara lain Sunan Katong (Raden Katong), beliau putra prabu Brawijaya yang merupakan utusan Raden Patah dari Demak untuk menyebarkan agama Islam sekaligus meredakan pemberontakan di Suru Kubeng (oleh daerah Jetis Ponorogo) yang dipimpin oleh Ki Ageng Kutu.

Disemayamkan juga, Ki Ageng Mirah (dari Demak), patih Seloaji, dan para istri Sunan Katong berikut keturunan serta pengikutnya.

Makam ini buka pada Kamis malam Jumat, dan bila ada peziarah diluar waktu tersebut bisa menghubungi juru kunci yang berada tidak jauh dari komplek makam.

Dalam jalan menuju makam ada 3 gapura (regol) seperti gambar diatas, dan ada 3 pintu menuju bangunan utama. Dan di komplek makam tersebut ada masjid dan madrasah yang menjadi kegiatan keagamaan sampai sekarang.

Masjid Kauman Kota Lama, berada diutara perempatan Pasar Pon belok kiri, bangunan masjid masih berdiri kokoh dan dipakai sampai sekarang. Angka tahun pembuatan 1560 dan dipugar tahun 1965 sesuai pada prasasti yang terdapat pada halaman masjid.

Dan dibelakang masjid ada komplek makam para pengurus masjid, dan salah satu makam yang bercungkup besar dan tidak terawat, karena ada kepercayaan tidak boleh menziarahi makam tersebut, entah bagaimana sejarahnya tentang hal ini, ketika bertanya pada orang yang diberada disekitar masjid dia hanya menggeleng tidak mau berpolemik dan tidak mau berandai-andai.

Mungkin dalam adat [norma] Jawa istri seorang raja tidak boleh kawin lagi sepeninggal sang raja, namun salah satu istri ada yang kawin lagi sepeninggal sang raja, dan ketika meninggal dan dikuburkan di komplek makam Setono jenasahnya tidak bisa masuk kedalam liang lahat, akhirnya dikuburkan di belakang masjid Kauman ini.

Ada kepercayaan perempuan yang merawat makam tersebut akan menjadi wanita nakal, dan tapi sering juga ada perempuan nakal yang berziarah disitu agar laris dan diminati lelaki hidung belang. Tapi entahlah kepercayaan itu masih berlaku sampai sekarang.

Artikel dari : Nanang Diyanto
Sumber       : Kompasiana.com