Pembukaan Festival Reyog Nasional XXI

Pembukaan Festival Reyog Nasional XXI

Bupati Amin menabuh gong sebagai tanda pembukaan acara Festival Reyog Nasional XXI

Ponorogo – Pembukaan Festival Reyog Nasional ( FRN ) ke XX1 dan perayaan Grebeg Suro ( 1 Muharram ) tahun 2014 mengambil tema “ Perayaan Grebeg Suro dan Festival Reyog Nasional tahun 2014 sebagai wujud kebersamaan Pemerintah dan mayarakat dalam rangka pelestarian budaya meningkatkan ekonomi masyarakat dan promosi wisata daerah “. Adapun rangkaian kegiatan yang menyertai event ini diantaranya, kegiatan keagamaan, kesenian, ziarah makam, lintas sejarah dan larung risalah doa di Telaga Ngebel. Selain itu ada juga pameran produk unggulan, pemilihan kakang senduk, pameran tanaman hias dan lain – lain.Acara pembukaan yang digelar di panggung utama aloon – aloon Ponorogo Sabtu (18/10/2014) disaksikan ribuan pengunjung dan tamu undangan dari berbagai instansi dan masyarakat Ponorogo serta kota/kabupaten sekitarnya. Menurut laporan ketua Panitia DR.Drs.Agus Pramono, M.M Sekda Kabupaten Ponorogo, Festival Reyog Nasional ke XXI Tahun 2014 diikuti 39 group reyog terdiri dari 13 group dari Kabupaten Ponorogo, 26 group dari luar Kabupaten Ponorogo. Festival Reyog Nasional ini digelar dari tanggal 19 – 23 Oktober 2014. Atas nama panitia Agus Pramono menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada seluruh stakeholder, jajaran masyarakat yang berperan aktif mendukung dan membantu terselenggaranya event nasional ini.

Jadwal Peserta Festival Reyog Nasional XXI

Jadwal Peserta Festival Reyog Nasional XXI
YAYASAN REYOG PONOROGO INDONESIA
Jln. Pramuka 19A Ponorogo, Indonesia. Telp/Fax (0352) 485440
website: www.reyogponorogo.org email: reyogindonesia@mail.com
facebook.com/REYOG.INDONESIA - twitter.com/reyogindonesia

JADWAL PENAMPILAN PESERTA PADA FESTIVAL REYOG NASIONAL XXI
PERAYAAN GREBEG SURO 2014 - PONOROGO INDONESIA

MINGGU, 19 OKTOBER 2014   

19,00-19,25    01    Taruna Adi Luhung - SMAN 1 Babadan
19,25-19,50    02    HIPREJS-1  Singo Yudho Budoyo - Kota Surabaya
19,50-20,15    03    Singo Wilis - EX PB Pulung
20,15-20,40    04    Reyog Universitas Brawijaya - Universitas Brawijaya
20,40-21,05    05    Kridho Tamtomo - SMK PGRI 2 Ponorogo
21,05-21,30    06    Singo Budoyo - Kab. Jember
21,30-21,55    07    Singo Mulyo - Kab. Blitar

SENIN, 20 OKTOBER 2014   
19,00-19,25    08    Manggala Wiyata - SMAN 3 Ponorogo
19,25-19,50    09    Laskar Reyog Singo Purabaya - Kab. Madiun
19,50-20,15    10    Singo Srowo Bantarangin - Gunung Kidul
20,15-20,40    11    Gajah Manggolo - SMAN 1 Ponorogo
20,40-21,05    12    Singo Krido Joyo - Prov. Sumatera Selatan
21,05-21,30    13    Kridho Taruno - SMAN 2 Ponorogo
21,30-21,55    14    Karyo Singo Yudho - Kab. Kutai Kartanegara
22,20-22,45    15    Simo Budi Utomo - UNMUH Ponorogo

SELASA, 21 OKTOBER 2014   
19,00-19,25    16    Singo Ndaru Seto - EX PB Arjowingun
19,25-19,50    17    Singo Manggolo - Kota Balikpapan
19,50-20,15    18    Singo Mulang Joyo - Kota Metro Lampung
20,15-20,40    19    Galuh Suryo Putro Onggolono - EX PB Somoroto
20,40-21,05    20    Bumi Tuah Pepadan - Kab. Lampung Timur
21,05-21,30    21    Singo Manggolo Projo - EX PB Ponorogo
21,30-21,55    22    Barong Samodro - PT. Petro Kimia Gresik
21,55-22,20    23    Singo Taruno Negoro - EX PB Jebeng

RABU, 22 OKTOBER 2014   
19,00-19,25    24    Singa Wira Benteng Tangerang - Kota Tangerang
19,25-19,50    25    Suro Menggolo - Kota Tanjung Pinang
19,50-20,15    26    Purbaya - Kota Surabaya
20,15-20,40    27    Singo Birowo - SH Terate Ponorogo
20,40-21,05    28    Singo Gumboro - Kab. Bintan
21,05-21,30    29    Singo Manggolo Mudho - SMKN 2 Wonogiri
21,30-21,55    30    Taruno Suryo - SMA Muhipo
21,55-22,20    31    Wijoyo Kusumo - KAB. Tanjung Jabung Barat

KAMIS, 23 OKTOBER 2014   
19,00-19,25    32    Singo Budoyo Mudho - DKI Jakarta
19,25-19,50    33    PSRM Sardulo Anurogo - Universitas Jember
19,50-20,15    34    Bantarangin - DKI Jakarta
20,15-20,40    35    Pudak Arum - PT. Semen Gresik
20,40-21,05    36    Singo Joyo Jati - Kota Balikpapan
21,05-21,30    37    Kerta Manunggal - Kab. Lamandau - Prov.Kalimantan Tengah
21,30-21,55    38    Dharmo Manggolo - PT. Indocement Bogor
22,20-22,45    39    Manggolo Mudho Pawargo Yogyakarta - Reyog Komunitas Mahasiswa Ponorogo Di Yogyakarta

Ponorogo, 16 Oktober 2014

DEWAN PENGURUS YAYASAN REYOG PONOROGO
Wakil Sekretaris


 JUDHA S, SE., MS.i



Catatan_____________________________________________
  • Group Peserta FRN XXI wajib hadir 30 menit sebelum tampil, apabila terlambat maka akan ditempatkan pada urutan terakhir pada hari itu.
  • Data ini dikeluarkan oleh www.reyogponorogo.org - website resmi Yayasan Reyog Ponorogo Selaku Panitia Festival Reyog Nasional XXI tahun 2014

Parade Reyog Ponorogo se-Jabodetabek 2014

thumbnail
JAKARTA -Gelar parade Reyog Ponorogo se-Jabodetabek 2014 yang digelar di anjungan daerah Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah(TMII), kemarin Minggu(12/10) nampak begitu meriah, masyarakat dari Jawa Timur khususnya dari Kabupaten Ponorogo yang tinggal di Jabodetabek datang berduyun-duyun ke anjungan Jawa Timur untuk menyaksikan tarian Reyog ponorogo. Parade Reyog ini merupakan satu rangkaian untuk memperingati HUT Jawa Timur.


7 peserta terbaik dari paguyuban Reyog Ponorogo se-Jabodetabek mengikuti parade ini, dan mereka  harus melalui beberapa penilaian untuk menjadi yang terbaik. Diantaranya penilaian dengan kriteria segi penampilan terbaik, pembarong yang terbaik, jatil yang terbaik dan warok yang terbaik.


Kepala Anjungan Jawa Timur TMII Samad Widodo menuturkan, anjungan memberikan fasilitas tempat untuk pembinaan komunitas Reyog Ponorogo yang ada di Jabodetabek. Menurut Samad, kegiatan yang rutin digelar setiap tahun untuk mengevaluasi hasil pelatihan pembarong, jatil, warok yang digelar antara anjungan dan paguyuban Reyog.


“Hasil seleksi parade Reyog Ponorogo akan kita kirim ke Ponorogo,” ujar Samad Widodo ditengah parade Reyog Ponorogo di anjungan Jawa Timur TMII, Minggu(12/10). Samad mengungkapkan, untuk mengembangkan tari Reyog Ponorogo, anjungan terus melakukan pelatihan yang diikuti oleh generasi muda. Karena tugas kantor perwakilan Jawa Timur untuk memberikan pelatihan untuk dikembangkan di paguyuban-paguyuban Reyog Ponorogo yang ada di Jabodetabek.


“Kita akan tetap eksis untuk melestarikan Reyog untuk menjunjung tinggi budaya Indonesia. Selain itu kita berharap masyarakat luas pun turut berperan melestarikannya,” pungkas Samad.


Sementara itu, Ketua Paguyuban Reyog Ponorogo se-Jabodetabek mengatakan, untuk menarik minat generasi muda mau mempelajari tarian tradisional asal Ponorogo ini, dirinya terus mengembangkan Reyog Ponorogo dengan beberapa kreasi yang disukai oleh generasi muda. Diantaranya dengan menampilkan Reyog secara seluas-luasnya namun tetap tidak meninggalkan pakemnya.


“Dahulu Reyog Ponorogo hanya sesuai cerita pakem saja, kini kita tampilkan beberapa cerita yang lebih menarik dan modern. Kan kita lihat saat ini banyak generasi muda yang mau belajar dan manari Reyog,” kata HT Yulianto.


Menurut Yulianto juga, pihaknya terus melakukan pembinaan dan pelatihan rutin di setiap paguyuban Reyog Ponorogo serta ikut kegiatan baik tingkat nasional maupun Internasional agar Reyog terus dikenal masyarakat luas khususnya Indonesia. Yulianto juga menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengajukan permohonan ke UNESCO untuk memperoleh pengakuan.


“Reyog sangat kharismatik, seketika orang akan takjub ketika mendengar tabuhan gamelan Reyog dan itu daya tarik Reyog,” ucap dia lagi.(nas/indopos.co.id)

Grebeg Suro 2014 - Come on Visit Indonesia!

Grebeg Suro 2014 - Come on Visit Indonesia!
Jadwal acara :

Pagelaran 28 dadak merak singabarong

thumbnail
Desa Gelang Kecamatan Sampung mendadak penuh sesak dengan kedatangan para grup reyog dari penjuru kota Ponorogo. Ratusan penonton pun ikut tumpah ruah di perempatan, menyaksikan 28 grup reyog.

Polisi Gagalkan pengiriman 480 liter Arak Lintas Propinsi

Polisi Gagalkan pengiriman 480 liter Arak Lintas Propinsi
Polisi turunkan 16 Kardus berisi ratusan Botol Akan Jowo, Kamal
SIAGA-PONOROGO, Minggu pagi (9/3/2014) sekitar pukul 05.50 WIB jajaran petugas dari SatSabhara Mapolres Ponorogo kembali menggagalkan pengiriman miras jenis arak jowo yang dikirim dari wilayah Jateng menuju ke wilayah Kabupaten Tulungagung. Penggagalan pengiriman miras arak jowo yang dilakukan petugas tersebut terjadi di JL.Raya Ponorogo-Pulung tepatnya di Wilayah Desa Sidoarjo, Kecamatan Pulung , Kabupaten Ponorogo. Miras berjumlah ratusan liter tersebut dimasukan dengan 16 kotak kardus yang masing-masing kardus berisi arak jowo sebanyak 20 botol air mineral berukuran 1,5 liter. Kemasan dari 16 kardus tersebut sengaja di gunakan untuk mengelabuhi petugas bila dalam perjalanan pembawa miras menjumpai razia. Dan 16 kardus tersebut dimasukan dalam mobil Isusu Panther Touring warna hitam dengan Nopol B 8167 IL.

Penangkapan mobil Isusu Panther Touring warna hitam dengan Nopol B 8167 IL, di wilayah Jalan Raya Ponorogo-Pulung Minggu pagi itu berawal ketika petugas dari jajaran satsabhara sedang melakukan patroli di wilayah Perkotaan Ponorogo pada Pukul 04.00 WIB Minggu pagi itu. Dan saat itu mobil pengangkut miras itu melintas, karena nampah seperti bermuatan berat Polisi yang Patroli pun curiga dengan muatan Panther Touring warna hitam tersebut. Akahirnya petugas membuntutinya dari belkang setelah sampai di Timur SPBU Pulung tepatnya di desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung oleh Polisi Mobil Panther Toring Hitam tersebut di pepet dan di hentikan. Dan setelah dilakukan pemeriksaaan Polisi menemukan 16 kardus ukuran besar yang berisi arak Jowo yang dibawa dari wilayah Bekonang Jawa tengah yang akan di kirim ke Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Mobil sengaja lewat jalur Ponorogo-Pulung dan tidak melintas Jalur Propinsi yang lewat Jetis dan Sawoo itu.

Dari penangkapan terhadap mobil Isusu Panther Touring yang bermuatan miras jenis arak jowo tersebut Petugas langsung menggiring mobil beserta pengendara dan isinya ke Mapolres Ponorogo.Petugas berhasil mengamankan pemilik mobil yang sekaligus pemilik arjo sebanyak 480 liter tersebut. Dua orang dalam mobil tersebut langsung diamnkan di Mapolres untuk dimintai keterangan. kedua orang tersebut masing-masing adalah, Murgiyanto (38) dan Sugiyono (38) keduanya warga Dusun Kleco, Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Kutoharjo Jateng. “Kedua orang sudah kami amankan di SatSabahara yakni pemilik mobil dan pemilik miras sebanyak 480 liter yaitu Saudara Murgiyanto yang kita tetapkan sebagai tersangka sedangkan Sugiyono hanya diajak oleh tersangka untuk menemani dalam perjalanan pengiriman barang haram itu,” tegas kapolres Ponorogo AKBP. Iwan Kurniawan melalaui Kasat Satsabhara AKP.Suharto.

Mantan Kapolsek Ngebel ini juga menjelaskan bahwa tersangka akan dijerat pasal Permenkes RI. “Tersangka masih dalam lidik dan aterncam oleh Permenkes RI no Menkes/Per/86/II/1977/ dan Permenkes RI Nomer Menkes/Per/IV/1982 tentang Menjual Miras Tanpa ijin, sedangkan Mobil panther Touring Nopol B 8167 IL beserta 16 kardus miras kita amnkan di Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Suharto.

Sementara Sugiyono ketika dikonfirmasi wartawan mengaku bila baru sekali ikut Murgiyanto. “Saya baru ini ikut dan yang punya barang itu teman saya yang didalam masih di periksa Polisi itu,” terangnya. MAL/siaga.co

Reyog Singo Watu Ireng Meriahkan HUT PTBA

Reyog Singo Watu Ireng Meriahkan HUT PTBA
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Manajemen PTBA saat foto bersama dengan anggota paguyubab Reog Singo Watu Ireng.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Sebanyak 18 anak-anak yang berusia sekitar 6-12 tahun yang tergabung dalam paguyuban reog ponorogo " Reog Singo Watu Ireng " Desa Sidoharjo Talang Jawa Tanjung Enim ikut memeriahkan acara Upacara HUT PTBA ke 33.
Penampilan para bocah yang masih duduk di tingkat sekolah dasar ini cukup menyedot perhatian karyawan dan karyawati PTBA yang habis melaksanakan upacara, Senin (3/3) di Halaman Kantor Utama PTBA Tanjung Enim.
Bak kesurupan makhluk gaib, para bocah ini larut dalam liukan-liukan topeng reog yang mereka kenakan dengan d iringi musik khas Jawa Timur.
Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Yohanes Iswahyudi

TKI Hongkong di potong jarinya oleh majikan

TKI Hongkong di potong jarinya oleh majikan
Kondisi tangan korban/apakabarplus
MLARAK – Penyiksaan kembali menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Kini, giliran Anis Adriani, 25, tenaga kerja wanita (TKW) warga Dusun Jetak, Bajang, Kecamatan Mlarak, Ponorogo yang teraniaya. Baru sepekan bekerja di Hongkong, ibu satu putri ini diduga disiksa majikannya. ‘’Nggih kaget, soalnya istri saya baru berangkat pertengahan Februari lalu,’’ ujar Suprapto, suami Anis Adriani, via telepon kemarin (1/3).

Anis Adriani berangkat ke Hongkong melalui PT Bumi Mas Katong Besari, Babadan, Ponorogo, 17 Februari 2014. Dia bekerja di sektor rumah tangga dan disalurkan agen Sun Light di Nort Point. Dia bekerja di rumah Ngan Suk Wai mulai 19 Februari 2014. Kurang dari sepekan bekerja dia sudah dianiaya. ‘’Tadi pagi (kemarin, Red.) sudah saya telepon, sekarang sudah di KJRI Hongkong. Istri saya diminta kontrol seminggu empat kali,’’ katanya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ponorogo, penganiyaan ini bermula saat majikannya merasa terganggu saat tidur. Pasalnya, anjingnya terus mengonggong. Anis berusaha mengusirnya. Bukannya berhenti, gonggongan anjing tersebut semakin menjadi. Majikannya terbangun dan marah. Majikannya berusaha memotong tangannya. ‘’Saya berharap istri saya bisa segera sembuh,’’ katanya.

Menurut Suprapto, Anis mendapat kontrak dua tahun di Hongkong. Honor per bulannya 410 Dollar Hongkong. Dia tidak tahu kelanjutan nasib kontrak kerja istrinya. ‘’Lihat dulu, apakah istri saya cacat atau tidak. Kalau nggak cacat nggih monggo diteruskan kerjanya. Kalau ada apa-apa ya lebih baik pulang saja,’’ katanya.

Dia menuturkan PT Bumi Mas Katong Besari yang memberangkatkan sang istri telah mendatangi rumahnya. Pihak perusahaan pengerah tenaga kerja tersebut sudah meminta maaf atas nasib istrinya. Suprapto menyatakan tidak menyalahkan perusahaan.

Sementara Sumirah, ibu mertua Anis, juga mengaku kaget. Sebab, saat berangkat, Anis dalam kondisi baik-baik saja. Dia berharap, menantunya tabah menghadapi musibah. ‘’Baru dengar kabar nggih Kamis dalu wingi, menantu kula belum pernah kerja dan ini pertama kali kerja (di luar negeri). Dia berharap bisa membantu kehidupan keluarganya,’’ katanya. (aan/sat/radarmadiun)

Datang dengan Reog Ponorogo, Waluyo Deklarasikan Diri Dukung Jokowi

thumbnail
Laporan Reporter Tribun Jateng, Bakti Buwono

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi, agar maju sebagai capres terus mengalir. Minggu (2/3/2014) pagi, puluhan orang bertopeng wajah Jokowi mendatangi area Car Free Day (CFd) Jalan Pahlawan. Mereka juga datang dengan reog ponorogo untuk menghibur para pengunjung CFD. Puluhan orang itu pun lalu berhenti di pinggi tugu air mancur di eks videotron Semarang.
Aksi itu turut menarik perhatian pengunjung CFD. Orang-orang yang tergabung dalam organisasi sekretariat nasional (seknas) Jokowi itu juga membagikan bendera kecil bertuliskan Jokowi presidenku dan topeng wajah Jokowi.
"Kami mendelekarasikan diri sebagai seknas jokowi cabang jawa tengah, " kata presiden seknas Jokowi, Raharjo Waluyo Jati saat membacakan ikrar mendukung jokowi.
Ia menganggap saat ini rakyat sudah memiliki keputusan politik sendiri dalam memilih pemimpin. Sosok Jokowi yang unggul dalam berbagai survey, merupakan gambaran dukungan rakyat. Karena itulah ia menghimpun dukungan untuk Jokowi.
"Kami melihat kesungguhan beliau saat memimpin, model kepemimpinan seperti itulah yang kami butuhkan," tuturnya.
Saat ini seknas Jokowi sudah berada di lebih dari 20 provinsi di Indonesia dengan anggota aktif 20 ribu. Selain itu ia juga menyebar brosur relawan sebanyak 200 ribu. Khusus Jawa Tengah, seknas Jokowi berada di Wonogiri, Solo, Magelang, Jepara, Karanganyar, dan beberapa kota yang lain. (*)

Korupsi BKP Ponorogo senilai Rp. 4,3 M dibongkar lagi

Korupsi BKP Ponorogo senilai Rp. 4,3 M dibongkar lagi
Setelah mantan Dirut BKP Budi Satrio divonis 1 tahun 6 bulan
Badan Kredit Pasar Ponorogo galau, korupsi Rp. 4,3 M dibongkar lagi

KPK
LENSAINDONESIA.COM: Bola panas kasus Badan Kredit Pasar (PD BKP) Ponorogo yang merupakan perusahaan daerah, menggelinding lagi. Kasus dugaan korupsi ini sempat mengendap hampir setahun, namun kini menggeliat bak bola salju. Beberapa LSM terus mendesak.

“Sudah ada target tersangka sementara satu dulu. Kelihatannya banyak, nanti, belum ditetapkan, tapi target sudah ada,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan.

Desakan penuntasan kasus dugaan korupsi Badan Kredit Pasar oleh sejumlah LSM membuahkan hasil dengan bergulirnya kembali kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 4,3 milliar tersebut.

Kasus yang semula hanya memenjarakan mantan Dirut BKP Budi Satrio, dengan vonis 1 tahun 6 bulan, kini mengarah ke calon tersangka lain. Tersangka berasal dari debitur ini, sudah berada di tangan polisi.

Suparno SH saat dikonfirmasi terkait kasus itu, mengatakan, penanganan kasus itu terlalu lambat dan tidak jelas arahnya. Sebab, kejahatan korporasi perbankan biasanya dilakukan pejabat yang memberi perintah dan yang menjalankan perintah.

Karena itu, kalau debitur yang dibidik duluan, menurut mantan ketua komisi A DPRD Ponorogo ini, justru tidak tepat sasaran. Sebab, debitur kaitannya dengan arah mengalirnya uang ‘haram’. Sedangkan yang bertanggung jawab adalah pengambil kebijakan dalam bank tersebut.

Debitur itu masalah mengalirnya uang. Seharusnya yang diambil dulu adalah pejabat yang ambil kebijakan dan yang melakukan eksekusi. Baru setelah itu telusuri aliran uang haram itu. “Kalau hanya mengambil debiturnya sebagai tersangka, maka dikhawatirkan kejahatan koorporasi perbankan itu tetap aman, dan uang deposan yang miliaran rupiah juga menguap. Dan harusnya sekda kena,” tegas Soeparno.

Tidak adanya ijin prinsip operasional sebagai bank dari Bank Indonesia(BI), jika ditelisik lebih teliti, maka hal ini akan menjerat makin dalam para pejabat di lingkaran PD BKP itu. Sebab, ancaman kejahatan perbankan, cukup berat, yaitu hukuman penjara minimal lima tahun, maksimal 15 tahun.

Begitu pula dengan dendanya juga sangat tinggi, yaitu antara sepuuh sampai Rp200 miliar.

Mantan anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, berharap polisi segera menukik lebih dalam terhadap kasus itu. Karena barang bukti dan saksi selama ini sudah dikantongi.

“Ini kejahatan yang terang-terangan, sudah terbukti. Kalau penyidik kesulitan cari bukti berarti tidak serius. Yang penting ambil kepalanya(pejabat), baru ekornya,” terangnya.@ arso

Arca peninggalan Abad X hilang

Arca peninggalan Abad X hilang
Delapan arca di Pemkab Ponorogo hilang
(Foto: Welas Arso)
Salah satu tempat penyimpanan arca di Pemkab Ponorogo.
LENSAINDONESIA.COM: Delapan benda purbakala yang terpasang di lingkungan Pendapa Pemerintah Kabupaten Ponorogo, tepatnya di depan gedung KORPRI hilang.

Raibnya benda yang mayoritas berupa fragmen arca peninggalan masa klasik Jawa Timuran di abad X hingga XV ini diduga karena minimnya perhatian pemerintah setempat.

“Mereka (Pemerintah Ponorogo) mungkin tidak tahu kalau obyek-obyek itu tetap memiliki nilai sejarah, meski bentuknya sudah tidak utuh lagi,” kata Rizki Susantini, arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Senin, (24/02/2014).

Dijelaskanya, delapan benda purbakala yang hilang itu, terdiri dari tiga fragmen arca, satu fragmen arca candi, satu fragmen arca Agastya, satu fragmen arca Ganesha dan dua batu candi.

Delapan benda tersebut merupakan bagian dari 25 obyek purbakala yang data registrasinya sudah masuk di BPCB sejak tahun 2001. Namun, lanjut Rizki, saat BPCB melakukan pendataan ulang, jumlahnya hanya tersisa 17 buah.

Mengetahui hal ini, arkeolog yang datang ke Ponorogo dua pekan lalu, mengonfirmasi ke Bagian Umum pemerintah setempat.

“Tapi, Bagian Umum tidak tahu menahu. Hilangnya delapan fragmen ini bisa diambil orang atau dialihkan karena dianggap sudah tidak memiliki nilai sejarah,” jelas Rizki.

Karena itu, pihak BPCB berharap, agar Pemerintah Ponorogo berupaya mencari delapan benda purbakala yang hilang tersebut. Lebih-lebih, program pelestarian benda cagar budaya tengah digalakkan pemerintah.

Edy Sucipto, Kepala Sub Bagian Rumah Tangga, Bagian Umum Pemerintah Ponorogo menyatakan, pihaknya terus berupaya mencari delapan benda bersejarah yang hilang.

Beberapa hari lalu, koordinasi dengan satuan kerja yang bertugas membersihkan lingkungan sekretariat pemerintah setempat telah dijalankan. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.

“Coba konfirmasi ke Disbudparpora (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) yang lebih mengerti tentang benda-benda bersejarah di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Sapto Jatmiko, Kepala Disbudparpora Ponorogo mengaku, belum menerima laporan tertulis dari BPCB yang telah melakukan pendataan ulang.

“Apakah hilang, ‘ketlingsut’ atau salah verifikasinya. Kami belum bisa memastikan kalau hilang,” katanya.@arso/lensaindonesia
-----------------------------------------------------------------------
Pejabat Ponorogo cueki aset sejarah, 8 Arca hilang usik Kemendikbud
Bupati Amin: Lho, saya belum tahu...
LENSAINDONESIA.COM: Kabar hilangnya arca yang tersimpan di lingkungan Pendopo Kabupaten Ponorogo sampai juga di Kementerian Kebudayaan RI.

Akhirnya, Kemenikbud terusik dan mengirim tim peniliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta dan Balai Pelesatarian Cagar Budaya (BPCB Trowulan) untuk melakukan pengecekan.

Baca juga: Delapan arca di Pemkab Ponorogo hilang dan Gali pondasi pagar, tukang batu temukan arca perempuan cantik

Ditemui di lokasi tempat penyimpanan arca yang hilang, Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, Siswanto, menyatakan, pihaknya mendapatkan pesan singkat dari Wakil Menteri Kebudayaan Wiendu Nuryanti untuk mengecek kebenaran berita di sejumlah media cetak yang menyebutkan beberapa arca purbakala di Pendopo Kabupaten Ponorogo telah hilang.

(Foto: kang arso)
Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan meneliti kembali sejumlah benda purbakala di lingkungan Pendopo Kabupaten Ponorogo.
“Bu Wamen sendiri yang meng-SMS saya soal itu (hilangnya arca). Lalu bersamaan dengan penelitian kami di sekitar Ponorogo, kami datangi dinas terkait untuk konfirmasi dan pendopo sebagai lokasi untuk mengecek,” kata Siswanto di lokasi penempatan arca-arca di sekitar Pendopo Kabupaten Ponorogo.

Dari pengecekan, diketahui kedelapan arca dan potongan arca yang dilaporkan BPCB Trowulan memang tidak ada di tempatnya. “Hasilnya memang tidak ada dan sudah kami laporkan langsung ke Bu Wamen,” katanya.

Selain mengecek, tim juga mengidentifikasi arca yang masih ada di lokasi sekitar pendopo tersebut. Mulai dari memeriksa kondisi arca hingga melakukan dokumentasi.

Siswanto sempat menyayangkan minimnya perhatian Pemkab Ponorogo atas berbagai benda purbakala yang ada di lingkungan pendopo. Selain tidak ada papan informasi, di lokasi juga tidak ada pagar yang bisa membatasi akses warga ke benda tersebut. Benda-benda bernilai sejarah itu terlalu terbuka dan sangat rentan untuk rusak akibat sering dipegang.

Yang tidak kalah memprihatinkan, arca yang masih ada saat ini justru dicat warna perak. “Ini sangat berbahaya. Bisa merusak batunya,” katanya.

Rupanya, kurang perhatiannya pemerintahan di kabupaten ini mengindasikan bahwa pejabat Ponorogo kurang peduli atau tidak mensyukuri asset kesejarahan daerah yang nilainya tak terukur. Bahkan, benda-benda seperti ini sangat diburu para kolektor benda-benda bersejarah di luar negeri.

Soal hilangnya patung, sebenarnya pihak terkait bisa melakukan pelaporan ke polisi. Ini karena menurutnya telah terjadi pelanggaran UU nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

“Semua diatur di situ. Nah dinas terkait dan Pemkab Ponorogo harus paham itu. Kalau pagar fisik tidak bisa, pagar manusia artinya orang-orang di sini paham soal pentingnya tinggalan sejarah, maka akan aman,” ujarnya.

Arkeolog dari BPCB Trowulan Aris Sumarno menyatakan, kedelapan arca yang hilang adalah dua fragmen arca, satu arca manusia, satu fragmen arca Nandi, satu fragmen arca Agastya, satu fragmen arca Ganesha, dan dua batu candi.

Di luar pendopo, BPCB Trowulan mencatat ada dua arca yang hilang. Yaitu satu fragmen arca di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit dan arca Dwarapala di Desa Setono, Kecamatan Jenangan.

Terpisah, Bupati Ponorogo Amin mengaku belum mengetahui kabar hilangnya sejumlah tinggalan purbakala di lingkungan kerjanya. “Lho arca sebelah mana? Saya belum pernah dikonfirmasi dari BPCB. Kalau hilang ya dicari lah. Saya belum tahu. Disbudparpora juga belum lapor.

Sebelah mana ya, berapa kok saya belum tahu ya. Cara pengamanan kayak apa saya kok juga tidak tahu,” ujarnya. @arso/lensaindonesia

Proyek Stadion Ponorogo Senilai 4,2 Miliar, Molor

 Proyek Stadion Ponorogo Senilai 4,2 Miliar, Molor
Proyek dana APBN ini dua kali molor. Kamal
SIAGA - PONOROGO Stadion Bathorokatong yang berada di JL Pramuka dan juga di JL Gondosuli Kabupaten Ponorogo tersebut akan menjadi megah setelah selesai rehab, pasalnya sisi selatan yang berhadapan dengan JL Pramuka telah dipasang tribun dan juga patung Suromenggolo atau patung reyog sehingga dilihat dari Jl.baru akan nampak megah. Akan tetapi Proyek rehap Stadion yang menelan anggaran dari APBN senilai 4,2 miliar yang dikerjakan oleh PT. BAITY BERKAH UTAMA, yang beralamat JL Raya Basmol No.24, RT 011 RW 04. Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan kembangan, Jakarta barat ini hingga sesuai jadwal ternyata pekerjaannya belum selesai 100 persen. padahal Proyek Rehap Stadion yang di mulai sejak dengan penandatangan kontrak pemenang tender lelang pada 27-30 September 2013 itu seharusnya berakhir pekerjaannya pada 31 Desember 2013, akan tetapi pada 31 Desember 2013 ternyata proyek Rehap juga tidak selesai sehingga mendapatkan tambahan waktu 52 hari mulai 1 Januari 2014. dan sekarang sudah Tanggal 24 Pebruari 2014 sehingga pelaksanaan proyek tersebut harus sudah selesai sesuai jadwal tambahan waktu. Akan tetapi hingga hari ini Pekerjaan juga belum rampung amsih banyak yang harus di selesaikan.

Bahkan hingga Senin (24/2/2014) rumput di lapangan Stadion juga belum tertanam semuanya, pembuatan saluran resapan juga belum selesai, Tribun selatan juga masih belum tuntas sehingga masih menyisakan beberapa item pekerjaan. Seperti yang dikatakan salah seorang pekerja pembuat patung di atas Tribun Selatan yang mengaku sebagai kuli yang mengerjakan pembuatan patung Suromenggolo itu mengaku kalau masih belum selesai merampungkan pekerjaannya. “Ini pekerjaan saya membuat patung saja belum selesai dan informasinya minta tambahan patung lagi, sehingga harus membutuhklan waktu, dan begitu juga saya melihat untuk tangga Tribun atau semen yang biasa digunakan duduk berondak itu terlalau tinggi beronmdak satu dengan atasnya sampai sekitar 70 sentimeter tingginya sehingga saya saja mau naik kesulitan apalagi nanti perempuan yang naik Tribun dan menaiki berondak itu pasti kesulitan,” kata warga Kelurahan Magkujayan yang enggan dicatut namanya itu.

Begitu juga pekerja asal Jawa tengah yang mengaku serbagai tukang tanam rumput yang baru saj semalem datang di Ponorogo itu juga mengaku kalau pekerja tanam rumput yang dulu banyak yang sakit dan berhenti beberapa hari dan ini akan di mulai lagi, dan saya ini sebagai gantinya, saya juga tidak tahu Proyek ini kapan berakhirnya karena baru tadi malam saya tiba di Ponorogo dan hari ini mulai kerja di sini,” tandasnya yang juga enggan di tuliskan namanya.

Heru Budiono dari LSM Amarta mengkritisi kalau Proyek Rehap Stadion tersebut sudahj molor dua hari dari waktu tambahan 52 hari itu. Dan seharusnya Dinas PU harus tegas dengan saksi Putus kontrak. “Perlakukan Dinas PU harus tegas jangan tebang pilih, kalau habis waktunya belum selesai yang ahrus di putus kontrak dan bahkan di dalam Perpres itu tidak ada tambahan waktu 52 hari adanya ya 50 hari, dan tambahan 52 hari itu saja tidak selesai, Tidak ada alasan lagi terkait sumber dana, kalau APBD putus kontrak dan dana yang dari APBN ada tambahan waktu, semua proyek harus diperlakukan sama, jelas ini ada permainan di dalam tender lelangnya dahulu,” pungkas Heru.

Sementara ketika Surya hendak konfirmasi terkait molornya Proyek Stadion tersebut beberapa pejabat enggan dimintai keterangan dan bahkan saling melemparkan saat dimintai keterangan, Seperti Kepala Dinas PU Kabupaten Ponorogo, Hari Soebito, Pengawas tehnis dari PU, Budi Darmawan keduanya disms tidak dibalas dan ditelepon berkali-kali tidak diangkat. Hanya kepala Bidang Cipta Karya, Haryono yang mau dimintai keterangan dan itupun di lemparkan ek pihak konsultan. “Untuk Proyek Rehap Stadion itu adalah kewenangan pusat karena anggrannya dari APBN, dan kalau konfirmasi terkait fisik itu ada konsultannya, sedangkan untuk pekerjaan yang sudah dikerjakan itu sudah mencapai 90 persen tinggal finishing dan pengecatan,” pungkas Haryono. MAL

Reyog Ponorogo Sihir Ribuan Warga Pacitan

Reyog Ponorogo Sihir Ribuan Warga Pacitan
Prabu Kelana Sewandana, Dewi Sanggalangit, Bujangganong dan Dadak Merak Sihir Ribuan Warga Pacitan
Dadak merak di hajatan pacitan (dok.pacitanku)
Pacitanku.com, PACITAN—Hari Rabu (19/2/2014) benar – benar menjadi ajang pesta ribuan warga Pacitan. Sajian berbagai agenda dalam puncak acara Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke 269 Kabupaten Pacitan menyedot perhatian ribuan warga yang hadir di alun – alun Pacitan. Salah satu yang menarik dan sangat menghibur adalah penampilan 25 dadak merak reog singo golek pawon (RGP).

Paguyuban reog pimpinan Sunarso ini bisa dikatakan menjadi sajian yang cukup menghibur warga yang datang. Tokoh – tokoh dalam reog, seperti dadak merak, dua bujangganong, tarian dewi sanggalangit dan prabu kelana sewandana siang itu benar –benar membuat alun – alun menjadi semarak dan menyihir warga yang datang ke alun-alun.
“Reognya bagus, yang unik karena 25 dadak merak tampil sekaligus, sehingga menarik,” kata Andi, salah satu warga yang menonton siang itu, kepada Portal Pacitanku.

Dalam beberapa adegan, Nampak dadak merak meliuk – liuk memamerkan keindahan bulu meraknya, pun demikian dengan tarian dewi sanggalangit. Adegan yang paling lucu adalah saat dua bujangganong memamerkan atraksinya, salto, menari dan sesekali menggoda penonton.

Seperti diketahui, sajian dadak merak ini didatangkan khusus untuk mengisi acara puncak hajatan ke 269. Rencananya, selain tampil di Pacitan, reog singo golek pawon ini akan tampil di Italia dalam festival seni beberapa waktu yang akan datang.

Redaktur : Robby Agustav

Seputar letusan Gunung Kelud di Ponorogo 2

Seputar letusan Gunung Kelud di Ponorogo 2
Swadaya, Mereka Rela Bersihkan Jalan dari Debu Vulkanik

REOG.TV, PONOROGO – Puluhan relawan nampak sibuk membersihkan jalan di perempatan Pasar Pon, Ponorogo. Sungguh patut ditiru, meski tanpa bantuan yang berwenang.

Sejumlah anak muda dari unsur Pramuka, Pencinta Alam dan Masyarakat Peduli Lingkungan dengan penuh semangat terlihat membersihkan debu vulkanik letusan gunung Kelud yang menumpuk di sejumlah ruas jalan, dan perempatan di Ponorogo, Sabtu (15/2).

Menurut Ari Sujarwo, dari tim relawan, kegiatan ini sebenarnya sudah mereka lakukan sejak tadi malam, hanya masih ada beberapa kendala dan baru dilaksanakan lagi pada siang dan sore ini. “Sudah beberapa ruas jalan dan perempatan yang kami bersihkan, dan ini murni ide dari kami serta dengan biaya swadaya dari tim relawan,” cetus Ari saat ditemui reog.tv di sela-sela kegiatan tersebut.

Ditambahkannya, kegiatan ini murni swadaya dan benar-benar murni karena turut prihatin dengan bencana letusan gunung Kelud, termasuk dampak debu vulkanik yang menghujani Ponorogo.

“Sebenarnya kami ingin mengirim tim ke kawasan pengungsian di gunung Kelud, namun karena kami rasa di Ponorogo juga masih membutuhkan bantuan maka kami prioritaskan di sini dulu. Namun Kami tetap akan mengirim tim ke sana setelah disini selesai,” terang Ari.

Afif, salah satu anggota tim yang berasal dari Pramuka sebuah SMK menyatakan kesenangannya bisa turut masuk tim relawan ini, karena bisa meringankan beban pengguna jalan.

Seorang pengguna jalan yang sempat ditemui REOG.TV juga menyatakan rasa simpatinya atas apa yang dilakukan anak-anak muda ini.

“Ya anak-anak muda yang patut diacungi jempol, meski tanpa bantuan dari pemerintah, mereka mau bergerak meringankan beban dan bahaya para pengguna jalan,” tutur Rusman, pengguna jalan, yang kebetulan rumahnya dekat pasar Pon di mana kegiatan tersebut sedang dilaksanakan.

Sayang sekali dalam kegiatan itu, REOG.TV pun tidak melihat ada satupun aparat pemerintahan yang turun serta membantu. Padahal di kota lain pemerintah setempat justru sedang getol dengan tanggap bencana debu vulkanis. (joss/reog.tv)

Pemda Lambat Bereaksi, Warga Ponorogo Berinisiatif Bersihkan Jalan.

Di banding daerah lain seperti Jogja yang langsung bereaksi dengan menyemprot jalanan yang tertutup pasir, kondisi kota Ponorogo masih dipenuhi debu terutama di jalanan pusat kota. “Hati hati mas,jalanan licin karena pasirnya halus sekali” ucap warga kepada Crew SETENPO yang memotret kondisi perempatan Pasar Legi Jumat sore 14 Februari 2014.

Kondisi jalanan di pusat kota Ponorogo memang masih dipenuhi pasir sisa erupsi. Meski usai sholat Jum’at di Ponorogo turun hujan, namun untuk kawasan pusat kota hujan tersebut hanya sebentar dan segera mongering karena banyaknya kendaraan yang lewat.

Pembersihan jalan dilakukan warga dengan peralatan seadanya seperti sapu dan sekop serta gerobak dorong. Di sekitar alun alun, nampak anggota Forum Pecinta Alam Ponorogo membersihkan jalanan sambil menggalang dana.

Warga Ponorogo Mulai Galang Dana Untuk Erupsi Kelud

Meski mengalami juga dampak erupsi Kelud,kepedulian warga Ponorogo terhadap korban musibah erupsi Kelud patut di acungi jempol. Usai sholat Jum’at kemarin, warga Ponorogo yang tergabung dalam Forum Pecinta Alam Ponorogo dan Komunitas SLANKERS bersama sama mengadakan penggalangan dana di seputaran alun alun Ponorogo.

“Kita sebenarnya sudah melakukan penggalangan dana sejak Erupsi Sinabung, ketika gunung Kelud meletus kita sepakat mengalihkan bantuan untuk korban erupsi Kelud. Selain menggalang dana kita juga membersihkan pasir dan abu di jalanan karena cukup membahayakan warga” ucap Bobi salah satu coordinator aksi penggalangan dana kepada crew SETENPO Jum’at sore 14 Februari 2014.

Ket foto: Kondisi perempatan Pasar Legi jum'at sore 14 Februari 2014 2. Warga melakukan penggalangan dana sambil membersihkan jalan di sekitar alun alun.

Seputar letusan Gunung Kelud di Ponorogo 1

thumbnail


Hujan Pasir Gunung Kelud Tumbangkan Ratusan Pohon Pisang di Ponorogo


TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Letusan Gunung Kelud di Jawa Timur mengakibatkan hujan pasir di Kabupaten Ponorogo. Tebalnya pasir yang turun menumbangkan ratusan pohon pisang.
Menurut warga, hujan pasir ini terjadi sejak Jumat (14/2/2014) dinihari. Warga dikejutkan dengan suara dentuman yang sangat dahsyat. Suara semakin terdengar keras menyerupai petir ini kemudian disusul suara bersahutan tumbangnya pohon pisang di kebun warga.
"Tengah malam sekitar jam 2 tadi sempat dengar suara sangat keras. Begitu keluar rumah, banyak pohon pisang ambruk di kebun depan. Mungkin karena tak tahan menahan pasir," kata Parno warga Kecamatan Siman Ponorogo Jawa Timur kepada Tribunnews.com.
Tety, warga Ronowijayan mengatakan pasir halus mirip debu ini masih terasa sampai azan subuh berkumandang.
"Saya tadi pergi salat subuh pakai payung dan jalan pelan-pelan karena hujan abu agak kasar mirip pasir halus masih turun," kata Tety saat dihubungi Tribunnews.com.
Akibat hujan abu, jalan-jalan di kota reog ini juga menjadi lautan pasir.menempel sekitar 5 cm di jalan dan rumah-rumah warga. Jarak pandang di Ponorogo hanya 5 meter.
Meski demikian, warga Ponorogo masih bisa melakukan aktivitas. Sekolah tidak diliburkan dan pekerja kantoran masih menuju tempat kerja seperti biasa, walau berjalan dengan sangat hati-hati. Warga melengkapi perjalanan mereka dengan memakai kacamata dan masker.
"Kalau gak pakai masker, lama-lama di luar terasa perih sampai tenggorokan," kata Rika, warga Jalan Natuna Ponorogo.
Hujan pasir akibat letusan Gunung Kelud juga terasa sampai ke Kabupaten Magetan. "Hujan pasirnya sudah mulai mereda, tidak sederas tengah malam tadi. Tapi, langit masih gelap," kata Harry, warga Desa Manisrejo Kecamatan Karangrejo Magetan.


Kisah Warga Ponorogo dan Gunung Kelud

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Desa Probosuman, Kota Ponorogo, Wahyudin, terkaget - kaget ketika bangun tidur pada pagi hari. Jendela rumah yang biasanya menampakkan sisi luar bangunan yang ditempati, tiba - tiba seperti tertutup.
"Ada apa ini," kata Wahyudin yang menceritakan pengalamannya kepada Republika, Jumat (14/2).
Kemudian dia buka pintu rumah. Dilihatnya debu setebal lebih dari satu sentimeter mengotori teras rumah. Mobil keluarga yang dimilikinya menjadi kotor. Warna mobil abu - abu bercampur debu coklat. Kaca depan mobil penuh debu. "Astagfirullah," paparnya.
Dia dan istrinya, Wani Gerhana Sari, sibuk membersihkan rumah. Debu yang berasal dari muntahan Gunung Kelud itu mencapai tiga karung beras. Semuanya dipajang di depan rumah. "Kalau dikumpulkan se Ponorogo mungkin bisa mencapai satu truk fuso. Bahkan lebih," imbuhnya.
Wahyudin yang sehari - hari berjualan empek - empek disana menutup dagangannya. Sebab, warga enggan keluar rumah. Kalau dipaksakan buka, maka pasti akan sepi. Ponorogo yang biasanya cerah menjadi penuh debu. Dia mengkhawatirkan tiga orang anaknya yang masih kecil.
"Takut mereka mengalami gangguan pernapasan," papar Wahyudin. Dia dan keluarganya belum tahu apakah akan pindah ke tempat lain atau tetap tinggal di rumahnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Gunung Kelud telah meletus Kamis (13/2) malam sekitar pukul 22.50 WIB. Ribuan warga, kata dia, telah mengungsi dan proses evakuasi masih terus berjalan. Erupsi Gunung Kelud, kata Sutopo, masih terus berlangsung hingga saat ini sejak erupsi pertama terjadi.
Gemuruh letusan Gunung Kelud terdengar hingga Ponorogo

LENSAINDONESIA.COM: Suara gemuruh letusan Gunung Kelud Kediri terdengar hingga di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (13/02/2013) sekitar pukul 23.00 WIB.
Beberapa menit setelah terdengar beberapa kali letusan, Wilayah Kota Ponorogo diselimuti kabut pasir.
“Saya sedang keluar untuk beli makan, baru saja keluar terdengar suara gemerisik seperti hujan, tapi setelah saya perhatikan ternyata pasir campur kerikil,” ucap Hendi warga Jl Kalimantan, Ponorogo.
Lebih terkejut lagi, Hendi yang kelupaan belum memasukan motor yang masih diparkir di halaman rumah, setelah memegangnya ternyata jok sepeda motornya dipenuhi abu dan pasir.
“Kaget mas, waktu saya megang motor, ternyata dijok banyak pasir halus,”tandasnya.
Sementara suara gemerisik hujan pasir juga sempat membangunkan warga lainya hingga keluar rumah.
“Hujan abu lumayan deras mas, ini sangat terasa sekali,”ucap Sony warga Jalan Kalimantan lainya.@arso

Wow, 25 Dadak Merak Reog Singo PGP Akan Hibur Warga Pacitan

Wow, 25 Dadak Merak Reog Singo PGP Akan Hibur Warga Pacitan
Ilustrasi/istimewa
Pacitanku.com, PACITAN—Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke 269 Kabupaten Pacitan yang puncaknya dilaksanakan pada Rabu (19/2/2014) mendatang dipastikan akan berlangsung semarak. Pasalnya, selain tari lokal Klonthong Jengglur yang akan turut memeriahkan, juga ada puluhan reog dadak merak yang dipastikan akan menghibur warga Pacitan.

Rencananya, puluhan reog dadak merak yang akan memeriahkan semaraknya hajatan itu berasal dari empat kabupaten, yakni Ponorogo, Trenggalek, Pacitan dan Wonogiri (Golek Pawon)

Ya, benar, agenda tersebut kemudian dinamakan Pagelaran Reog Singo Golek Pawon (PGP) yang akan tampil di panggung hajatan alun – alun Pacitan,” kata Narso, salah satu anggota Reog Singo Golek Pawon, kepada Portal Pacitanku, Selasa (11/2/2014) sore WIB.

Lebih lanjut Narso mengungkapkan bahwa pertunjukkan reog PGP ini dipastikan akan menajdi hiburan tersendiri bagi warga Pacitan, mengingat kesenian reog selama ini sangat digemari warga di kabupaten yang terletak di pesisir selatan tersebut.

Rencananya, ada 25 dadak merak yang siap tampil menghibur warga, rencananaya reog ini akan tampil sekitar pukul 11.00 WIB pada tanggal itu,” katanya.

Seperti diketahui, pagelaran reog dadak merak ini adalah satu dari sekian banyak agenda yang menjadi pengisi acara hajatan ke 269 Pacitan. Sebelumnya, sejak Ahad kemarin, berbagai agenda hajatan telah dilaksanakan, seperti lomba sepeda kuno hingga festival dayung pada 22 Februari mendatang sebagai penutup acara.

Redaktur : Dwi Purnawan

Tari Reog Ponorogo Hibur Warga Sungai Kunjang

Tari Reog Ponorogo Hibur Warga Sungai Kunjang
Tribunkaltim/Nevrianto HP
Penari menari sebagai raja Ponorogo saat menari tari jatilan reog Ponorogo disaksikan ratusan warga di lapangan jalan Anggi Kecamatan Sungai Kunjang, Minggu (9/2/2014). Pertunjukan dalam rangka Syukuran setahun grup Reog Singo Joyo Mulyo Samarinda dimeriahkan pula pertunjukan grup reog dari sejumlah wailayah Samarinda, maupun Tenggarong.
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id- Penari menari sebagai raja Ponorogo saat menari tari jatilan reog Ponorogo disaksikan ratusan warga di lapangan jalan Anggi Kecamatan Sungai Kunjang, Minggu (9/2/2014). Pertunjukan dalam rangka Syukuran setahun grup Reog Singo Joyo Mulyo Samarinda dimeriahkan pula pertunjukan grup reog dari sejumlah wailayah Samarinda, maupun Tenggarong.
Penulis: Nevrianto
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim

Dudu reyog jeneng e, yen ora gawe kulit macan asli

Dudu reyog jeneng e, yen ora gawe kulit macan asli
Reyog Ponorogo - Suro Menggolo
Saya malam ini termenung, memikirkan dan membayangkan.
Berapa banyak harimau/macan yang telah digunakan untuk kepala Singobarong dalam kesenian reyog Ponorogo?
Hal ini ditambah dengan permintaan para penggiat kesenian ini, untuk tetap memakai kulit asli binatang yang hampir punah tersebut. Katanya, "dudu reyog jeneng e, yen ora gawe kulit macan asli."
Keberadaan hewan ini semakin jarang di habitat aslinya, para pemburu terus mencari keuntungan dari menjual beberapa bagian tubuh macan.
Sungguh ironis, hewan ini akan segera punah. Anak cucu kita tidak akan lagi tahu dan menemui, sang raja hutan ini. Sama seperti halnya dinosaurus yang telah lama punah. Hanya melalui cerita, patung harimau kering dan gambar, mereka mungkin akan menyimpulkan, bahwa kepunahan spesies harimau disebabkan oleh penggunaan kulitnya sebagai pelestarian seni budaya, namun tidak diimbangi dengan pelestarian habitatnya.

hanya menunggu waktu... dan menghitung hari demi hari... harimau akan habis...

Selamat berakhir pekan, semoga hari sedulur menyenangkan.
Salam lestari.
Ponorogo Awesome...

Parade 23 Reyog Kecamatan Ponorogo Suko Nyawiji

thumbnail

Dalam rangka peresmian terbentuknya Sanggar Seni SUKO NYAWIJI dari Kecamatan Ponorogo. Sanggar yang dipimpin oleh Bapak Camat Suko Kartono ini akan mengadakan beberapa pertunjukan serta gelar seni berupa:

REYOG PONOROGO (gabungan dari Kelurahan-kelurahan se-Kecamatan Ponorogo).
1. Dadak merak / Reyog sebanyak 21 buah.
2. 150 Ganongan ( Pelajar, mahasiswa & dewasa)
3. 20 Jathilan

JARAN THEK dari TURONGGO JOYO SENTIKO (Mas Andik Topeng)

BARONGSAI.

Lokasi Acara akan digelar:
di depan Pendapa Kecamatan Ponorogo, Jalan Sultan Agung.

Waktu:
25 Januari 2014

---------------
Suasana di pusat kantor pemerintahan Kecamatan Ponorogo nampak dijaga puluhan anggota Polsek Ponorogo. Penjagaan dilakukan di bagian utara di sekitar pertigaan dekat kantor Telkom Ponorogo. Sedangkan di selatan, dari perempatan bundaran Tonatan, kendaraan tak diperbolehkan melaju ke arah utara. Banyak pengguna jalan bertanya-tanya mengenai pemindahan arus tersebut. Setelah melihat dari dekat, ternyata sebuah panggung selebar jalan Sultan Agung di depan kantor Kecamatan Ponorogo. Di atas panggung maupun di sekitar panggung, manusia dari semua kalangan tumpah ruah berkerumun. Ada hal yang menarik perhatian mereka hingga rela berjejalan memaksakan diri mencari celah agar bisa melihat lebih jelas.

Momen yang jarang terjadi di Ponorogo bagian kota itu pantas saja menyedot perhatian karena hampir mirip dengan festival budaya. Tiga kesenian dipentaskan sebagai sajian hiburan untuk masyarakat dalam rangka pembukaan sanggar Suko Nyawiji yang diprakarsai Camat Ponorogo, Drs. Suko Kartono, MM. Acara yang digelar pada hari Sabtu, 25 Januari 2014 ini dimulai pada jam 14:00 WIB. Sebagai pembuka, masyarakat dihibur dengan kesenian China, Barongsai yang dipentaskan oleh anak-anak remaja dari grup Barongsai Ponorogo. Kemudian, pertunjukkan tari Reyog lengkap dengan sekitar 23 Dhadak Merak (barongan pada Reyog) perwakilan dari kelurahan di Ponorogo, Kecamatan Ponorogo, dan sanggar Suko Nyawiji sendiri, 150 Bujang Ganong dari siswa SD di kecamatan Ponorogo, serta dari kalangan senior, puluhan penari Jathil (pasukan berkuda), dan puluhan penari Warok (pasukan prajurit sakti mandraguna), serta raja mereka Prabu Klanasewandana. Tari kolosal yang melibatkan salah satu topeng terbesar dan terberat di dunia ini dilanjutkan dengan kesenian Jaranan Tek yang membuat penonton berdecak kagum, ternganga, tertawa, dan tegang karena sewaktu-waktu suara sabetan cemethi terdengar memecah suasana. (baca lebih banyak http://www.dapofm.com/pembukaan-sanggar-suko-nyawiji-ponorogo-penuh-sesak/)

Pramuka Didik Karakter dan Mentalitas Santri

Pramuka Didik Karakter dan Mentalitas Santri
DARUSSALAM–Setelah sempat dinonaktifkan selama beberapa bulan karena adanya Ujian Pertengahan
Suasana Upacara Pembukaan Kegiatan Pramuka di depan BPPM
Tahun, maka mulai Kamis (23/1) ini, kegiatan kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) diaktifkan kembali. Gerakan Pramuka merupakan salah satu aktivitas yang ada di PMDG di antara sekian banyak aktivitas lainnya, yang bertujuan untuk mendidik segenap santri. Gerakan Pramuka di PMDG adalah salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri, di bawah koordinasi siswa kelas 6 Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI) selaku pengurus Koordinator Gerakan Pramuka PMDG.

Pembukaan kegiatan kepramukaan digelar secara resmi dengan upacara dan pembacaan surat keputusan. Upacara tersebut dilangsungkan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dengan dihadiri oleh segenap staf Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori) dan para asatidz pembimbing selaku Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) 15089. Pada upacara kali ini, Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag. bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Pimpinan Pondok. Dalam amanatnya, beliau berpesan bahwa pramuka adalah kegiatan yang mendidik dan menyenangkan, maka sepatutnya setiap adika pramuka bisa melepaskan kepenatan yang ada dalam hatinya melalui kegiatan kepramukaan ini. irba

Wagub Kepri nanggap Reyog Pawargo Batam

Wagub Kepri nanggap Reyog Pawargo Batam
Kesenian reog ponorogo beraksi di pernikahan Sekar-Anggi, Sabtu (25/1).
BATAM, TRIBUN- Tiga orang pria bertelanjang kaki, meliuk-liuk di badan jalan aspal. Jam tangan menunjukkan pukul 12.00 WIB, namun ketiga orang mengenakan topeng reog itu tetap semangat meliuk lincah dalam alunan musik khas Jawa.

Mereka mewakili kesatuan reog ponorogo Suro Manggolo yang ikut memeriahkan pernikahan Sekar dan Anggy bertempat di Perumahan Duta Mas.

Selain penampilan reog ponorogo, beberapa kelompok kesenian jawa lainnya ikut menyemarakkan acara akad nikah putri kedua Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo.

Sepanjang jalan menuju rumah orang nomor 2 di Kepri ini dipenuhi beberapa stand kesenian Jawa. Musik campur sari, kuda kepang, kesenian rembang bangkit, kesenian topeng, dan reog ponorogo tersaji khusus dalam acara pernikahan Sekar-Anggi.

Sebelum menuju rumah Soerya, beberapa tetamu menyempatkan diri membidikkan kamera handphonenya ke setiap kesenian Jawa yang ditampilkan.
(Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Dewi Haryati)

Makna lambang Daerah Ponorogo

Makna lambang Daerah Ponorogo
# Bagian - Bagian Lambang
Logo PEMKAB PONOROGO
Lambang daerah Kabupaten Ponorogo terdiri atas sebelas bagian
  1. Bintang bersudut lima lambang Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Sinar Cahaya
  3. Gapuro Bentar / candi Bentar
  4. Penampang frontal reyog dengan lima jalur diatas empat trap
  5. Gunung terdiri dari dua puncak
  6. Gelombang samudra lepas
  7. Pita dan garis cakrawala
  8. Padi berbiji tujuh belas dan kapas berbuah delapan di alam terbuka
  9. Tulisan Ponorogo
  10. Bentuk perisai / tameng
  11. Warna lukisan

Saiki wayahe sinau babakan Warok

Saiki wayahe sinau babakan Warok
Mbah Bikan
Saiki wayahe sinau babakan Warok.
Ayo podo lungguh bareng, rembukan... Monggo... sing duwe wawasan ayo didumke, sing durung ngerti, disimak... sing pengin absen thok nggih pareng...

Salam damai,
Ponorogo Awesome!
-------------------------
Mbah Wo Kucing

WAROK
Warok adalah
Kalau menilik wikipedia, warok dijelaskan sebagai penari reog atau sebagai seorang yang memiliki 'ngelmu'. Diantara keduanya, terlihat pengertian yang sangat bertolak belakang. Namun sebenarnya tidak, jika kita pahami bahwa warok dalam tari reog adalah penggambaran warok dalam arti yang sebenarnya.

Warok adalah seseorang pemuda yang sedang dalam perjuangan pensucian diri. Berusaha untuk menjadi manusia yang benar-benar bermanfaat dalam hidupnya, dengan niat yang murni. Yaitu karena itulah perintah Tuhannya.


Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi warok :
1. Memelihara perkataan
2. Tidak buruk sangka
3. Tawadu'
4. Memelihara pandangan
5. Berbicara benar
6. Syukur nikmat
7. Membelanjakan harta untuk kebenaran
8. Tidak gila jabatan
9. Disiplin beribadah
10. Istiqomah dalam usahanya


Wong Ponorogo, kudu siap dadi warok!

Reyog Ponorogo dalam acara Gerak Jalan Kerukunan

Reyog Ponorogo dalam acara Gerak Jalan Kerukunan
Reyog Ponorogo meramaikan pelepasan peserta Gerak Jalan Kerukunan yang dilepas oleh Wakil Presiden RI Boediono di Monas, Minggu (5/1). Jumlah peserta diperkirakan sekitar 130 ribu dari berbagai elemen Agama di Indonesia termasuk para tokoh Agama Lintas Agama. (kemenag.go.id)

PRESTASI KAPOLRES PONOROGO SELAMA TAHUN 2013

PRESTASI KAPOLRES PONOROGO SELAMA TAHUN 2013

Kapolres Ponorogo Iwan Kurniawan
Ponorogo - Selain memiliki terobosan inovasi kreatif yang mampu menyatukan semua lapisan elemen masyarakat Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan selaku Kapolres Ponorogo juga memiliki prestasi dalam bidang penegakkan hukum yang juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat Ponorogo diantaranya :
a. Mengungkap Kasus Pembunuhan Rizta Fransiska
RF adalah seorang siswi berusia 17 Tahun yang tercatat masih duduk di kelas XII SMK Negeri di Ponorogo yang ditemukan tewas tergeletak dengan penuh luka tusuk ditubuhnya. Mayat RF ditemukan tergeletak di parit yang terletak di Jalan Raya Ponorogo Solo pada 12 Juli 2013. Rizta tewas dengan kondis hamil 7 (tujuh) bulan. Butuh waktu 15 (lima belas) hari untuk mengungkap siapa tersangka pembunuhan keji tersebut. Pada tanggal 29 Juli 2013 Penyidik berhasil menangkap pelaku tunggal yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka bernama DYP berusia 17 Tahun beralamat di Desa Glonggong Kecamatan Dolopo Madiun. Tersangka diketahui sebagai pacar terakhir korban yang terbukti sebagai ayah biologis dari janin yang dikandung oleh korban (bukti uji DNA Mabes Polri). Tersangka didakwa dengan pasal 340 dan atau 338 KUHP
b. Penangkapan Pelaku Penganiayaan WNA Malaysia
Kejadian penganiayaan terhadap Warga Negara Asing asal Jalan Masjid 36 Kampoeng Kundang Tanjoek sepat Kuala Langat Selangor Malaysia bernama Salbiah binti Suhod, berusia 51 Tahun yang terjadi pada tanggal 28 Juli 2013. Korban ditemukan oleh warga Desa Pangkal Kecamatan Sawoo dengan kondisi penuh luka tusukan dileher, dengan indikasi akan dibuang di jurang di tepi Jalan Raya Ponorogo – Trenggalek. Kemudian pada tanggal 31 Juli 2013 anggota dari Satuan Reskrim Polres Ponorogo berhasil menangkap ketiga pelaku penganiayaan yang tak lain adalah teman korban yang sudah lama dikenalnya. Ketiga pelaku tersebut adalah SK, 38 tahun, Perempuan, DN, 21 tahun, Perempuan, yang beralamat di Desa Sambijajara Kecamatan Sumbergempol Tulungagung serta sang sopir bernama DPP, 24 tahun, Laki-laki asal Desa Purworejo Kecamatan Ngunut Tulungagung. Ketiganya secara syah terbukti melakukan penganiayaan kepada korban karena mengaku kesal kepada korban yang terus meneruh menagih uang miliknya yang dititipkan kepada Siti Khotimah ketika masih sama – sama tinggal di Malaysia. Kepada ketiga tersangka penyidik menjerat pasal 170 KUHP.
c. Mengungkap Kasus Pembunuhan Mrs X di BKPH Sukun
Pada rabu 02 Oktober 2013, didapatkan laporan tentang penemuan mayat perempuan sudah membusuk dengan kondisi telanjang di Petak 34 BKPH Sukun KPH Madiun masuk desa Sukun Kecamatan Pulung Ponorogo. Setelah dilakukan identifikasi dan kemudian dilakukan publikasi, pada tanggal 04 Oktober 2013 identitas korban berhasil diungkap. Korban bernama Suki alias Yatmi yang berasal dari Desa Tengger Kecamatan Poh Pelem Kabupaten Wonogiri Jateng. Setelah identitas korban berhasil diungkap, penyidik memeriksa orang – orang terdekat korban yang diketahu sudah lebih dari setahun tinggal bersama seorang laki – laki (kumpul kebo) di rumah petak di kawasan Hutan Sukun. Tanggal 9 Oktober 2013 pelaku pembunuhan berhasil ditangkap yakni S alias S 42 Tahun, asal Desa. Ngadirojo, Kecamatan. Sooko, Kab. Ponorogo. Kepada pelaku penyidik menjerat pasal 340 KUHP.
d. Menangkap Pelaku Judi Mitos Desa Golan Sukorejo
Kamis (31 Oktober 2013) Polres Ponorogo berhasil menangkap pelaku perjudian yang terletak di Desa Golan Kecamatan Sukorejo Ponorogo. Judi Golan adalah judi yang memiliki omzet tinggi, dan di kawasan tersebut tersiar mitos bahwa siapapun pejabat/ polisi yang akan menangkap judi disana akan mengalami musibah (turun pangkat/ jabatan/ meninggal). Oleh karena itu banyak masyarakat yang berjudi disana, karena beranggapan bahwa tidak akan ada polisi yang berani menangkap pelaku judi di Desa Golan Kecamatan Sukorejo.Namun tidak demikian halnya dengan AKBP Iwan Kurniawan selaku Kapolres Ponorogo yang memilki komitmen besar untuk memberantas perjudian di wilayah hukum Polres Ponorogo. Dari penangkapan judi Golan, Barang Bukti yang berhasil disita adalah seperangkat alat dadu kopyok dengan uang sejumlah Rp. 94.326.000,-. Tersangkanya adalah : P, 49 Tahun berprofesi Tani, beralamat di Desa Golan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo, G, 55 Tahun, berprofesi Tani, alamat Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten PonorogoKedua pelaku diatas dijerat dengan Pasal 303 KUHP karena berperan sebagai Bandar dan Kasir. Sedangkan EF, 52 Tahun, berprofesi PNS, alamat Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, LKZ, 34 Tahun, Swasta, alamat Desa Karanglo Lor, Kecamatan. Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, S, 56 th, PNS, Alamat. Desa Trisono, Kecamatan. Babadan, Kabupaten. Ponorogo, J, 64 th, Swasta, Alamat Desa Blembem, Kecamatan. Jambon, Kabupaten Ponorogo, S, 46 th, Swasta, Alamat Desa Gelang Lor, Kecamatan. Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, S, 46 th, Tani, Alamat Desa Prajegan, Kecamatan. Sukorejo, Kabupaten Ponorogo Kepada Keenam Tersangka diatas dijerat dengan Pasal 303 bis KUHP karena berperan sebagai penombok. (POLRESPONOROGO.COM)

PSHT Ranting Ngrayun dan OM Sagita

thumbnail

PONOROGO-Group Orkes Melayu sagita yang tampil di Lapangan Desa/Kecamatan Ngrayun, Ponorogo pada Minggu pagi (5/1/2014) dalam rangka tasyakuran PSH Terate Ranting Ngrayun. Digelarnya orkes dangdut Sagita di Ngrayun tersebut juga merupakan ijin dari kapolres Ponorogo AKBP.Iwan Kurniawan asal para warga PSHT bisa memberikan teladan yang baik tidak ada tawuran dan juga bisa di kondisikan terkait kemanan dan kenyaman warga beserta sesama warga baik satu organisasi maupun dengan organisasi perguruan lainnya.

Namun dalam acara tersebut Polres Ponorogo melakukan pengamanan ketat terhadap tasyakuran PSHT Ranting Ngrayun tersebut agar bisa berjalan lancar dan aman terkendali. Seperti yang dikatakan kapolres Ponorogo AKBP.Iwan Kurniawan melaluyi Kabag Ops,KOmpol Eko Chondro bahwa dalam rangka pengaman pelaksanaan acara tasyakuran PSHT ranting Ngaryun yang mendatangkan Orkes Melayu sagita itu di persiapan sekitar 504 personil keamanan, agar bisa berjalan lancar dan kondusif. “dalam acara ini Jajaran Polres pOnorogo mengerahkan 504 personil untuk pengaman pelaksanaan tasyakuran PSH Terate di Ngarayun yang di hibur oleh Orkes sagita,” tegasnya.

Masih menurut Eko Chondro bahwa pelaksanaan acara tasyakuran dengan mendatangkan orkes sagita tersebut sudah dilakukan Rapat Kordiansi antara Polisi dan Panitia dan Korlan se Kabupaten Ponorogo. Apalagi acara ini hanya internal Kecamatan Ngrayun. “Sesuai Rapat kordinasi kemarin bersama Panitia dan Korlab se kabupaten Ponorogo, acara ini digelar hanya untuk internal PSHT Kecamatan Ngrayun dan bila ada warga Terate dari luar Ngrayun yang hendak datang maka akan dikembalikan , karena mengingat lapangannya kecil dan warga Terate se Kecamatan Ngaryun sekitar 10 ribu maka akan dibatasi jumlah yang hadir untuk mengantisipasi kejadian konflik antar perguruan,” imbuh Kabag Ops.

Kabag Ops juga membeberkan tehnis pengamanan di acara Tasyakuran di Ngaryun tersebut, Bahwa semua jalaur sudah dilakukan blokade untuk mengantisipasi para warga yang datang dari luar Ngrayun. “kami sudah lakukan tehnis pengaman yang di harapkan warga dari luar Ngrayun tidak bisa masuk dan juga mengantisipsi di daerah-daerah rawan tawuran. Ploting personil pengaman yang telah kita pasang adalah, 1 kompi di Ngrayun, 1 pleton di Pertigaan Tengger Slahung, 1 pleton di Perempatan Bungkal, 1 Pleton di Perempatan Ngasinan, 1 Pletn di Prempatan Balong, 1 Pleton di Perempatan Ngimpul, 1 Pleton di Perempatan Condong , sehingga total kekuatan sebanyak 405 personil, untuk wilayah Balong, Ngumpul, Condong itu ditetapkan sebagai daerah rawan jagi tetap dalam pengamanan antisipasi, karena dari yang luar NGrayun tidak bisa masuk NGrayun maka hanya muter-muter di wilayah rantingnya masing-masing dan tetap dalam pemantauan dan pengaman petugas, karena di setiap titik rawan sudah di jaga ketat terutama dari daerah barat” pungkas Eko Chondro. MAL/SIAGA.

Ruang operasi RSUD dr Harjono di Ponorogo terbakar

thumbnail



Ponorogo - Kepulan asap terlihat sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (3/1/2014) di lantai 3. Otomatis 7 pasien yang akan menjalani operasi siang ini dievakuasi ke ruang perawatan.

Dari pantauan detikcom, keluarga pasien dan dokter semburat keluar dan panik. Petugas rumah sakit dibantu warga segera melakukan evakuasi pasien dan alat-alat operasi.

"Saya dari bawah (Luar rumah sakit) ada kepulan asap di lantai 3. Saya langsung lari masuk ke dalam dan membantu evakuasi pasien dan alat-alat yang ada di ruang operasi," kata salah satu pegawai sterilisasi, Heru (42) kepada detikcom di lokasi.

Heru menambahkan sebenarnya kepulan berasal dari di ruang tunggu operasi pasien. Setelah itu muncul api. 1 Unit PMK milik pemkab terjun ke lokasi memadamkan api.

"Belum diketahui secara pasti penyebab dan titik api dari mana. Yang penting kita menyelamatkan pasien dan alat-alat operasi," jelas Direktur RSUD dr Harjono, dr Prijo Langgeng di lokasi.

Sementara polisi dari Polres Ponorogo mengaku masih melakukan penyelidian penyebab terjadinya kebakaran. "Masih penyelidikan dan dicari titik apinya dulu dari mana," tandas Wakapolres Ponorogo Kompol Budi Santosa di lokasi kejadian.

Api dan kepulan asap pun akhirnya padam sekitar pukul 09.00 WIB. Warga dan keluarga pasien tampak melihat sisa-sisa asap yang sebagian masih terlihat. Mobil PMK pun bolak-balik mengambil air untuk memadamkan api. (detik.com dan TVONE)

Air Terjun "Coban Centong"

Air Terjun "Coban Centong"
suasana alami coban centhong
Salah satu potensi Alam Ponorogo yang luar biasa, yang mungkin belum banyak yang mengetahui termasuk masyarakat Kota Ponorogo , terlatek di timur jauh kota Ponorogo Yaitu Air Terjun "Coban Centong" tepatnya di desa Pudak 42 km dari pusat kota Ponorogo.

tim yang berkunjung 
Berawal hanya ingin mencari secangkir kopi di daerah pedesaan, kami sepakat untuk ke desa yang belum pernah kami datangi yaitu Pudak, tak sengaja bertemu dengan seorang penjual bensin bersama “Mas Prayit” kami mencoba bertanya, “Mas apakah ada tempat wisata di daerah sini?” , beliau menjawab “Wonten mas, namanya Air terjun Coban Centong baru ditemukan beberapa bulan yang lalu dan di lihat anggota DPR beberapa hari yang lalu serta akan di resmikan sekitar 8 bulan lagi mas, tapi hati hati mas, jalanya sempit dan berbahaya” Kami pun berhasrat untuk merubah agenda kami yang awalnya Ngopi menjadi Berwisata

akses menuju air terjun
Hamparan pegunungan hijau serta hawa dingin selepas kota Ponorogo, akan langsung terasa menghiasi mata dan menyentuh kulit ari ketika memasuki desa Pudak Kabupaten Ponorogo. Takjub akan lukisan alam serta aroma pegunungan membuat lupa diri, akan berkelok dan menanjaknya jalan sebagai jalur yang ditempuh menuju Air Terjun Coban Centong. Sesampai di kaki Air Terjun Coban Centong pun demikian, benar-benar membawa terhanyut ke dunia lain diluar kesibukan dan kepenatan setiap melalui hari dalam beraktifitas (lebay banget ya...).


Air terjun coban centhong
Dipagari tebing bebatuan ditumbuhi rambatan serta pohon, menghijau mengkilat meneteskan embun hasil jerih payah angin, membagikan setiap tetesan Air Terjun Coban Centong, agar bisa memberi kebaikan dan manfaat tersendiri untuk kehidupan disekitarnya. Sangat sulit kami jelaskan dan hanya bisa menyebut dan tunduk atas bukti kebesaran-Nya.

Perjalanan pulang
Dingin Air Terjun Coban Centong menusuk hingga tulang, dicampur belaian angin pegunungan dan terik mentari yang sengaja malu untuk menebarkan kehangatan. Memberikan sensasi tersendiri terhadap lemahnya tubuh yang berkeringat setelah berjalan menanjak dan menuruni bukit yang curam.

Mungkin ini cerita kami minggu kemarin...
“Sesuatu yang telah matang direncanakan kadang belum tentu terlaksana, dan sebaliknya”


# ada yang kurang, kata mas Prayit masih ada 3 Air terjun lagi di tempat yang sama, namun sulit di jangkau dengan jalan kaki, dan yang kami kunjungi kemarin adalah yang paling bawah
kiriman dari sedulur HARRIS



Kuliner sate ayam Ponorogo

Kuliner sate ayam Ponorogo
Gerobak sate ayam Ponorogo khas Setono

Ketupat Sate ayam Ponorogo dengan model pikulan

Sate ayam Ponorogo dengan pikulan





Malam Tahun Baru, Jalur menuju Alun-Alun Ponorogo ditutup total

Malam Tahun Baru, Jalur menuju Alun-Alun Ponorogo ditutup total
Kawasan Pasar Legi Songgolangit (pard)
Batasi keramain hanya sampai pukul 00.00 WIB

Polres Ponorogo akan menutup jalur dalam kota menuju alun-alun pada malam tahun baru. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

“untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun baru nanti, semua jalur yang menuju alun-alun mulai pukul 18.00 WIB akan kita tutup, dan kita lakukan pengalihan arus,”ucap AKP Dwi Agus Cahyono, Kasat Bimas Polres Ponorogo.

Arus lalulintas yang berasal dari Jalan Imam Bonjol akan diputar balik. Sementara yang dari utara dialihkan ke barat dan timur, yang dari timur (Jalan Gajah Mada) dialihkan ke Jalan Sultan Agung dan ke arah terminal lama.

untuk yang dipertigaan Ngepos dialihkan ke Jalan Sukarno Hata dan ke timur, Sementara yang dari selatan (Pertigaan Jenes) akan dialihkan ke arah timur (Jalan Ahmad Yani).

“Penutupan jalan itu telah dirapatkan dengan instansi terkait, ada empat titik yaitu Tambak Bayan, Juanda, Iman Bonjol dan Jenes,”imbuhnya.

Sementara itu, IPDA Sukadi, Wakapolsek Ponorogo, selaku Padal Pos Pantau alun-alun mengatakan,total area alun-alun tertutup untuk semua kendaraan dan khusus hanya untuk pejalan kaki.

Tak hanya itu, demi ketertiban dan keamanan, Polres juga memberlakukan pembatasan atas ijin keramaian yaitu hanya sampai pukul 00.00 WIB.@arso/lensaindonesia.com