Jalur Ponorogo-Balong Sempat Macet Total

[ Sabtu, 09 Mei 2009 ]
Jalur Ponorogo-Balong Sempat Macet Total

PONOROGO - Kecelakaan maut siang kemarin (8/5) terjadi di kilometer 9-10 Jalan Raya Ponorogo-Balong, masuk Desa Ngampel, Balong. Mini bus sarat penumpang terlibat tabrakan frontal dengan sedan yang datang dari arah berlawanan.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00, saat jam kepulangan sekolah. Seorang penumpang mini bus tewas seketika. Korban tewas, Mita Ariska Dewi, 14, siswi SMPN 2 Ponorogo, tergencet bodi mini bus yang berjungkir balik setelah bertabrakan.

Belasan penumpang mini bus lainnya yang kebanyakan pelajar selamat. Sebagian besar dari mereka hanya menderita luka ringan. Sopir dua kendaraan yang terlibat kecelakaan itu juga luput dari maut.



Mini bus Nopol AE 6049 TU tersebut dikemudikan Langgeng Jatmiko, 30, warga Jalan Sekar Taman, Kelurahan Tonatan. Sedangkan sedan Honda Civic Wonder Nopol AE 770 SA disopiri Eko Nurhuda, 25, warga Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mangunsuman.

Saat tabrakan terjadi, mini bus berjalan dari utara. Datang dari arah sebaliknya, Eko Nurhuda yang mengemudikan sedannya dalam kecepatan tinggi. Huda tak mampu menguasai kemudi saat kendaraannya mengalami selip.

Laju sedan warna merah itu terus berjalan ke timur hingga menumbur mini bus. Tumburan keras mengakibatkan mini bus oleng ke kiri lalu terjungkal ke selokan.

Nahasnya, Mita, penumpang yang duduk di deretan depan, ikut terpental keluar sebelum mini bus terbalik. Tubuh korban tergencet bodi mobil. Evakuasi mayat korban kecelakaan ini lumayan menguras tenaga.

Alat berat sengaja didatangkan sebelum korban dapat dikeluarkan dari himpitan bodi mobil. Kerumunan warga ikut menyulitkan proses evakuasi yang memakan waktu 1,5 jam itu.

Jalur jalan Ponorogo-Balong akhirnya sempat macet. Sementara, kondisi dua mobil yang terlibat kecelakaan sama-sama ringsek. Namun, sopirnya selamat.

Tragisnya peristiwa kecelakaan ini cterungkap dari cerita Bagus Pambudi, siswa SMPN 2 Ponorogo, penumpang mini bus. Bagus duduk di deretan kursi belakang sempat melihat sopir membanting setir ke kiri sebelum terdengar bunyi benturan keras. Sempat tak ingat apa-apa lagi beberapa saat, Bagus mampu keluar dari bodi mini bus yang terbalik. ''Saya tidak mengalami luka,'' kata Bagus.

Kanit Laka Polres Ponorogo, Ipda Sudaroini kemarin menunjuk laju sedan yang berjalan dalam kecepatan tinggi sebagai penyebab kecelakaan. Tumburan tak lagi dapat dihindarkan meski sopir mini bus sudah berupaya menghindar dengan menepikan kendaraannya.

Penyidik Satlantas Polres Ponorogo sampai sore kemarin belum mendapatkan SIM A milik pengemudi sedan. ''Sedan mengalami selip,'' terang Daroini. (dip/hw/eba) *Jawapos.co.id

Comments