PDIP Tunggu Amin dan Golkar

Radar Madiun 

[ Kamis, 28 Januari 2010 ]

PONOROGO
- Meski menjadi partai pemenang pemilu di Ponorogo, PDIP tidak terlalu percaya diri dalam menetapkan pasangan calon bupati-wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat. Buktinya, hingga kini belum ada kepastian calon yang akan diberangkatkan. ''Kami belum bisa menjawab, sebab rekomendasi DPP hingga kini juga belum turun,'' terang Sutyas Hadi Riyanto, Ketua DPC PDIP Ponorogo terpilih, kemarin (26/1).

Tyas, panggilan akrabnya, mengaku belum tahu kapan rekomendasi tersebut turun. Sebab, setelah dikonfirmasikan ke DPD PDIP Jatim, rekom sudah dikirim ke DPP. DPD juga masih menunggu kepastian dari DPP. ''Dulu katanya akhir bulan ini, tapi sampai sekarang juga belum ada kepastian,'' katanya cemas. 

Karena itu, Tyas mengaku tidak bisa berbuat banyak. Khususnya, terkait penetapan partai partner koalisi dan bacawabup. ''Selama ini hanya komunikasi biasa, tidak ada yang serius dan konkret. Mungkin nanti kalau sudah ada rekomendasi baru ada langkah konkret,'' tandasnya.



Sementara, menurut salah seorang tim pemenangan PDIP, ada skenario untuk menggabungkan Supriyanto dengan H Amin (wabup incumbent). Formulanya, Supriyanto sebagai calon bupati dan Amin calon wabup. Alternatif kedua, manggandeng Partai Golkar sebagai koalisi besar. Kompensasinya, Golkar akan mendapat posisi calon wabup. ''Alternatif itu memang ada dan masih banyak alternatif lainnya. Termasuk mengusung pasangan cabup-cawabup dari unsur kader sendiri,'' kata Tyas yang juga wakil ketua komisi D DPRD setempat itu.

Sementara, hingga kemarin DPD Partai Golkar setempat masih terkesan adem ayem. Belum ada langkah konkret partai berlambang pohon beringin itu untuk menjaring kandidat bacabup maupun cawabup. Termasuk langkah koalisi yang akan dilakukan dalam pilkada mendatang. ''Pada saatnya nanti kami akan mengambil langkah, sekarang lebih baik wait and see dulu,'' kata Yuni Widyaningsih, ketua DPD Golkar, kemarin.(dhy/sad)

Comments