Materi Soal Unas Diamankan di Mapolres Ponorogo

Radar Madiun
[ Jum'at, 19 Maret 2010 ] 
Polisi Terjunkan Ratusan Personel

PONOROGO - Polres Ponorogo mengerahkan 113 personel untuk mengamankan pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK/MA yang akan berlangsung 22-26 Maret pekan depan. Bahkan, untuk mengantisipasi kebocoran soal unas, polres menyediakan gudang khusus penyimpanan dengan gembok dobel. ''Kami memegang satu kunci dan satunya lagi dipegang dinas pendidikan,'' terang Kapolres Ponorogo AKBP Lakoni Wiranegara dikonfirmasi melalui Kabag Operasional Kompol Mulyono, kemarin (18/3).

Di gudang penyimpanan ini ditempatkan dua orang personel polisi. Selain itu juga memberlakukan sejumlah aturan yang ketat. Di antaranya menempel semua pintu jendela menggunakan kertas peringatan. Pintu utama dikunci dengan dobel gembok besar. ''Jadi kalau terjadi kebocoran soal, berarti salah satu di antara kami pasti ada yang lalai,'' ujarnya.

Dalam pengamanan soal unas ini Mulyono menggunakan sandi khusus. Menurutnya, proses ini bersifat penting, karena berskala nasional. Sehingga jika ada kesalahan sekecil apa pun akan berakibat sangat fatal. ''Oleh karena itu kami sangat berhati-hati melaksanakan proses pengawalan unas ini,'' akunya.


Pengawalan soal unas tidak hanya dilakukan pada saat penyimpanan. Namun, juga sudah dilaksanankan sejak proses pengambilan dari tingkat pusat, provinsi hingga ke tingkat sub rayon penyelenggara unas nanti. ''Saat ini soal sudah kami simpan di mapolres, untuk kemudian kami kawal lagi hingga ke tingkat polsek dan selanjutnya,'' papar perwira asli Ponorogo itu.

Naskah soal unas ini akan disitribusikan ke sub rayon bersama petugas dindik pada Sabtu (20/3) besok. Kemudian akan kembali dikawal pada hari pendistribusian ke tingkat penyelanggara. ''Pada waktu ujian pun kami juga akan turut mengawasi proses pengerjaannya,'' katanya.

Setelah proses pelaksanaan unas, petugas juga akan mengawal lembar jawaban kepada panitia di tingkat sub rayon. Hal tersebut akan dilaksankan hingga proses unas selesai selanjutnya lembar jawaban komputer (LJK) akan kembali dikawal ke panitia pusat. ''Jadi kami menjamin tidak ada kebocoran pada proses tersebut,'' ulasnya.

Dalam operasi Cendekia Semeru 2010 tersebut, Mulyono menempatkan dua hingga tiga personel untuk mengawasai setiap sekolah penyelenggara. ''Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan siswa saat proses ujian, kami usahakan pengamanannya nanti tidak terlalu mencolok,'' tegasnya.(rgl/sad)

Comments