Bisnis Dawet Jabung Ponorogo

Menyeruput manis laba Dawet Ponorogo
Menakar tawaran kemitraan Dawet Jabung Ponorogo Cap Gentong

Oleh: Herry Prasetyo

Ponorogo, selain beken sebagai Kota Reog, juga terkenal dengan produk minuman dawet. Dawet Ponorogo memang enak dan memiliki citarasa yang khas. Tak heran, peminat minuman bersantan dengan campuran gula aren ini tak cuma seputar Ponorogo, tapi juga berasal dari berbagai daerah. Inilah yang membuat Dawet Jabung Ponorogo Cap Gentong (Dawet Cap Gentong) berani merambah pasar luar Ponorogo.

Dawet Cap Gentong sebenarnya baru berdiri April 2009. Manajer Waralaba Dawet Cap Gentong Hendro Dwi menyatakan langsung menawarkan kemitraan pada masyarakat. Kini, Dawet Cap Gentong telah memiliki empat cabang dan 15 mitra di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Memang, usaha dawet sudah sangat banyak dan ada di berbagai daerah. Hanya saja, Hendro mengklaim punya keunggulan daripada penjual dawet tradisional lainnya.

Meski mengusung minuman tradisional, Hendro telah mengemas dawet ini secara modern, baik dari sisi produksi maupun penampilan gerobak. Selain itu, dia juga terus menjaga kualitas rasa dawet dan juga menekankan kebersihan produk maupun tempat penjualan. "Untuk semakin menarik selera konsumen," kata Hendro.

Bikin dawet sendiri

Untuk menjalin kemitraan, Anda hanya perlu menyediakan investasi awal Rp 4,5 juta. Dengan uang ini, mitra akan mendapat satu buah booth dan segala perlengkapan penjualan. Selain itu, mitra juga akan mendapat dua buah paket bahan yang tiap paketnya bisa untuk membuat dawet sebanyak 100 cup.

Kemitraan ini, kata Hendro, terbilang murah. Apalagi, Dawet Cap Gentong tidak memungut biaya waralaba dan biaya royalti. Kerjasama bisa dilakukan tanpa batas waktu.
Selain itu, mitra juga mendapat resep dan pelatihan untuk membuat Dawet Ponorogo sendiri. Memang, dalam kemitraan ini, mitra harus membuat dawet sendiri lantaran pihak pemilik merek tidak menyediakan. "Bahan baku dawet biasanya tidak tahan lama, jadi lebih baik mitra membuat sendiri," katanya.

Dalam proyeksi Hendro, mitra bisa menjual dawet 50 mangkuk per hari. Dengan harga Rp 3.500 per mangkuk, maka dalam satu hari mitra bisa meraup omzet Rp 175.000 atau sekitar Rp 5 juta sebulan.

Hendro mengatakan biaya membuat dawet Rp 1.200 per mangkuk. Setelah dikurangi pengeluaran lain, mitra akan memperoleh untung bersih Rp 1 juta per bulan. "Mitra akan mencapai titik impas dalam waktu sekitar 4 bulan-5 bulan," katanya.

Lilik Harsono, seorang mitra Dawet Cap Gentong yang membuka usaha di Surabaya, mengaku, dalam satu hari, ia bisa meraup omzet sebesar Rp 180.000 dari penjualan. Dalam waktu lima bulan, Lilik yang menjalin kemitraan sejak Agustus tahun lalu, setelah mencapai titik impas.
Memang, saat pertama kali membuka usaha tersebut, konsumennya sangat ramai. maklum, barang baru biasanya ramai, berbeda jika sudah beberapa lama.

Cuma, Lilik mengaku omzet penjualan dawet sedikit melorot di musim hujan. "Kalau hujan sudah turun sejak pagi, maka bakalan susah untuk menjual dawet," kata Lilik.

Sedangkan mengenai produksi dawet, Lilik mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Menurutnya, membuat dawet ponorogo ternyata mudah. "Asal membuat sesuai SOP, dawet yang dihasilkan akan sesuai dengan cita rasa aslinya," ujarnya.

* Simulasi Usaha Dawet Ponorogo Cap Gentong

Investasi awal:
Gerai (booth) dan peralatan   Rp  4.500.000
Total investasi awal    Rp  4.500.000
Sewa tempat satu tahun pertama di minimarket Rp 12.000.000
Total modal awal:    Rp 16.500.000
Pendapatan harian (50 cup x Rp 3.500)  Rp    175.000
Total pendapatan bulanan (30 hari)  Rp  5.250.000

Pengeluaran per bulan:
- Bahan baku 50 cup x Rp 1.200 x 30 hari Rp  1.800.000
- Cup dan plastik 50 cup x Rp 500 x 30 hari Rp    750.000
- Gaji 1 karyawan    Rp  1.000.000
- Sewa tempat     Rp  1.000.000
- Biaya listrik, air, dan lain-lain  Rp    150.000
Total pengeluaran bulanan:   Rp  4.450.000
Laba bersih per bulan:    Rp    800.000
Balik modal = Rp 4,5 juta : Rp 800.000/bulan = sekitar 6 bulan

Sumber: Dawet Ponorogo Cap Gentong & Riset KONTAN

Person quoted:
Hendro Dwi (Manajer Waralaba Dawet Cap Gentong) .
Lilik Harsono (mitra Dawet Cap Gentong)

Komplek Bulog Jl. Yanetra 16 No. 5 Jatiwarna, Pondok Gede, Bekasi
Telp. 081703175970

Kontan - 15 April 2010


Bisnis Dawet Jabung Ponorogo

Bisnis Dawet Jabung Ponorogo ditulis oleh
10/10 based on 10 ratings from 10 reviewers
Ayo berkomentar dengan baik!
Komentar menggunakan sistem moderasi. Gunakan nama asli / alias untuk berkomentar, bukan judul post atau nama produk. Komentar dengan link mengarah ke post / produk mungkin tidak akan ditampilkan. Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan, terima kasih.

4 comments:

  1. Hem. . . . Manstap!!! Dawet jabung oye

    ReplyDelete
  2. maknyus tuenan rek,,:D

    ReplyDelete
  3. menarik jadi pengin coba so mohon info alamat gerai di surabaya terima kasih

    ReplyDelete
  4. KEDAI DAWET 99JOGJA , membuka kembali kemitraan dengan masyarakat luas :
     
    1.       Bagi anda yang memiliki tempat usaha strategis, kami siap bekerjasama dengan anda, kami sediakan semua keperluan alat – alat kedai dawet dan dagangan akan di antar sampai tempat.
    2.       Bagi anda pemilik kantin/warung makan/resto/kafe/warung bakso/mi ayam, kami siap menyediakan menu minuman es dawet 99 yang istimewa, dengan harga khusus yang pasti laku dan untung.
     
    Info lebih detail Hub Marketing kami (Yogyakarta) : 0813-283-50030,08985479250
     
     
     
     

    ReplyDelete

INDONESIA DANGEROUSLY BEAUTIFUL ....
Besar harapan kami dapat memberikan jembatan untuk dapat saling silaturahmi sesama warga Ponorogo dimanapun berada.
Tinggalkan komentar anda sebagai wujud partisipasi dukungan untuk kami. Terima kasih.