12 Hari Bekerja, Seorang TKW Ponorogo Tewas

Ponorogo, zonaberita.com - Malang benar nasib Ari Setyowati (24),warga RT 02, RW 01, Dusun Krajan, Desa Singkil, Kecamatan Balong - Ponorogo. Ia adalah seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Singapura.
Baru 12 hari bekerja, korban jatuh dari lantai 12 di apartemen majikannya, Binte Mohammed Noor yang beralamat di di BLK, Telok Blangah Heights. Jenazah korba tiba di rumah duka, Kamis (26/5/2010)
Berita itu diketahui setelah mendapat kabar dari perwakilan PT Tistama Arga Raya (SAR) di Ponorogo. “Saya mendapat kabar kematian dari perwakilan agensi pemberangkatan,” kata Joko (27), kakak korban.

Perwakilan PT SAR memberitahukan jika adiknya tewas karena terjatuh dari lantai 12, Senin (24/5/2010) lalu. “Kami sangsi. Sebab, adik baru meninggalkan rumah 42 hari lalu dan baru bekerja selama 12 hari. Kok sudah meninggal,” terangnya.
Sebagai tanda belasungkawa, Direktur Operasional PT SAR, Ignasius Ner menyerahkan uang senilai Rp 5 juta dari PT SAR dan agensi Singapura sebesar 250 dollar Singapura ke keluarga korban. “Kalau mengenai gajinya, kami belum tahu. Sebab, korban baru bekerja selama 12 hari,” ujarnya.
Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Ponorogo, Bedianto saat mendamping Bupati Ponorogo ke rumah duka mengusir wartawan. Menurutnya, wartawan dilarang mengetahui saat kotak mayat korban dibuka. Bedianto meminta petugas Polsek mengusir wartawan dari rumah duka saat membuka peti mayat korban.
“Kami mohon para wartawan keluar dari dalam rumah karena peti hendak dibuka. Kemungkin nanti ada sesuatu yang tidak pas kalau diberitakan,” pinta Bedianto.
Sementara itu, Bupati Ponorogo, Muhadi Suyono menegaskan meski banyak korban TKI dan TKW
asal Ponorogo yang tewas misterius di negara asing, pihaknya masih belum membutuhkan Perda untuk mengatur TKI dan TKW untuk perlindungan pahlwan devisa.”Buat apa diperdakan. Kan semua sudah diregulasi saat mereka ke negara tujuan,” tandasnya. (aya/isp)

Comments