Atraksi Reog Ponorogo di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB)

BERITAJAKARTA.COM — 16-05-2010 13:17
Ada yang istimewa dalam pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta Timur, Minggu (16/5). Jika biasanya HBKB hanya diisi dengan kegiatan jalan santai, bersepeda, dan hiburan ala kadarnya, kali ini kegiatan HBKB di Jakarta Timur yang merupakan penyelenggaraan keempat kalinya terasa semakin meriah dengan kehadiran atraksi Reog Ponorogo. Kehadiran kesenian khas Jawa Timur ini terlihat mampu menghibur warga di tengah keletihan sehabis olahraga di jalan tanpa kendaraan umum tersebut.
Selain itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur juga menggelar bazar murah dan kegiatan futsal. HBKB kali ini digelar di sepanjang Jl Raya Pemuda Pulogadung atau tepatnya mulai dari perempatan Arion Rawamangun hingga perempatan Coca-Cola. Untuk meminimalisir gas buang kendaraan, seluruh kendaraan bermotor dilarang melintas sejak pukul 06.00-12.00, kecuali bus Transjakarta yang berbahan bakar gas.

Walikota Jakarta Timur Murdhani mengatakan, penyelengaraan HBKB telah memberikan manfaat bagi warga Jakarta Timur terutama dalam peningkatan kualitas udara. Untuk mendukung hal itu, Murdhani juga berharap adanya partisipasi dari masyarakat serta stakeholder agar setiap satu tempat usaha menanam 10 pohon untuk memproduksi O2, serta menetralisir polusi kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Timur.


"Sebenarnya banyak sekali warga yang mengharapkan pelaksanaan HBKB ini diadakan setiap akhir pekan, namun jika dilihat dari kondisi anggaran tidak akan bisa dijalankan. Karena itu, saya meminta kepada seluruh tempat usaha di Jakarta Timur agar menanam atau menyediakan 10 pohon untuk satu tempat usaha. Dengan begitu akan membantu peningkatan kualitas udara," pintanya.

Murdhani menambahkan, selain memulihkan kualitas udara, kegiatan ini juga dijadikan sebagai ajang tali silaturahmi para pejabat dengan masyarakat Jakarta Timur agar kekompakan tetap terjaga.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Peni Susanti mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi kualitas udara di DKI Jakarta setelah dilaksanakan HBKB terjadi persentase penurunan konsentrasi pencemar yang cukup signifikan. Penurunan itu tercatat, setelah HBKB 2009 lalu yaitu untuk parameter debu (PM10) sebesar 37 persen, parameter carbon monoksida (CO) sebesar 67 persen dan parameter nitrogen oksida (NO) 75 persen. "Tiga parameter itu merupakan pencemar primer yang bersumber dari kendaraan bermotor. Sejak diadakannya HBKB di setiap wilayah, dapat memulihkan mutu udara," tandasnya.


Reporter: anton

Comments

  1. Reog semakin mendunia.....
    Siip,,
    salam kenal dari dlondonge teater di kota reog...
    Ali TUNDAPON...

    ReplyDelete

Post a Comment

INDONESIA DANGEROUSLY BEAUTIFUL ....
Besar harapan kami dapat memberikan jembatan untuk dapat saling silaturahmi sesama warga Ponorogo dimanapun berada.
Tinggalkan komentar anda sebagai wujud partisipasi dukungan untuk kami. Terima kasih.