Nasionalis, HMS Dikukuhkan Jadi Ketua DP Pawargo

Sentani – Dinilai mempunyai rasa nasionalis dan tidak membeda-bedakan, Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae S,Sos.MM dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Penasehat Paguyuban Warga Ponorogo (DP Pawargo) Kabupaten dan Kota Jayapura, Minggu (27/11).
Official Blog Paguyuban Warga Ponorogo.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Pawargo, Suluh Widodo di Kolam Pemancingan Koya Timur, dan disaksikan ratusan anggota Pawargo se Kabupaten dan Kota Jayapura.
Ketua Pawargo Jayapura, Suluh Widodo pada Sentani News mengatakan, dipilihnya Bupati Habel Melkias Suwae (HMS) karena melihat rekam jejak pembangunan yang sudah dilakukan oleh Bupati yang terkenal dengan bapak pencetus program pemberdayaan kampung itu.
“Sejak tahun 2008 lalu, Pawargo melakukan rekam jejak kepada seluruh tokoh-tokoh di Papua. Sebenarnya, saat itu Bupati HMS sudah diusulkan menjadi ketua dewan penasehat, namun belum terlaksana karena masih dalam tahap konsolidasi,” kata Suluh.

Ia menjelaskan, setelah beberapa tahun berjalan, rekam jejak Bupati HMS sangat luar biasa, dimana HMS memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Melihat hal ini, keinginan menjadikan HMS sebagai Ketua DP Pawargo semakin mengkristal dan akhirnya tahun ini dikukuhkan.
“Pengukuhan ini murni penilaian kami dan tidak dipengaruhi orang lain, apalagi masuk dalam konteks politik, kami hanya ingin Pembina yang mempunyai jiwa membangun tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan aliran. Semuanya murni dari kami,” ungkapnya.
Ditambahkan, selain pengukuhan, Pawargo juga menggelar agenda dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharram 1433 Hijriah, HUT Pawargo itu sendiri. Diharapkan digelarnya kegiatan ini dapat terus mempererat tali silaturahmi sesama warga baik Papua maupun pendatang.
Sementara itu, Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae mengungkapkan, pertama-tama pihaknya mengucapkan terima kasih telah dipercaya menjadi Dewan Pembina. Perlu diketahui bahwa sebuah organisasi hadir mempunyai tujuan yang tertuang dalam AD/RT.
“Dalam anggaran dasar dan rumah tangga ini, organisasi harus mempunyai program yang bermanfaat bagi pembangunan maupun masyarakat. Selain itu, harus menjadi mitra pemerintah dan menyampaikan pikiran-pikiran dalam sebuah pembangunan,” pinta HMS.
HMS menyebutkan, di Papua terdapat beragam suku, agama dan ras. Namun, semuanya perbedaan itu bukan untuk dipermasalahkan, melainkan dijadikan kebersamaan untuk membangun suatu daerah agar kesejahteraan rakyat dapat tercapai.
Kata HMS, warga Ponorogo yang berada di Papua, lebih khusus lagi di Kabupaten dan Kota Jayapura adalah ibarat kaum muhajirin yang berasal dari Mekkah dan pindah ke Madinah, selanjutnya hidup bersama-sama warga asli Papua yang diumpamakan sebagai kaum Anshor.
Sebagai kaum muhajirin lanjut HMS, Pawargo harus bahu membahu bersama kaum Ashor untuk membangun daerah ini menjadi daearh yang aman, damai, mandiri dan sejahtera.
“Kita datang ke Papua ini bukan untuk kepentingan mencari keuntungan pribadi saja, tapi harus memiliki komitmen untuk ikut membangun Papua ini menjadi provinsi yang lebih baik lagi di masa mendatang,”ungkapnya.
Kaitannya dengan hal itu, sebagai masyarakat yang hidup di daerah yang penuh dengan pluralisme, maka kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama harus terus dipelihara dan dipertahankan, pungkas Habel Suwae.

Laporan : Ismawan/Sentaninews

Comments