Nostalgia, Amin Minta Kades Tidak Neka-neka

Pelantikan 13 Kepala Desa terpilih oleh Bupati Amin
Warning keras dilontarkan Bupati Ponorogo H Amin saat melantik 13 kepala desa (kades) terpilih, kemarin (12/3). Belasan kades itu diminta tidak neko-neko dalam memimpin pemerintahan lantaran tahun pertama menjabat merupakan ujian berat. "Situasi pasca-pilkades itu memang selalu ada pro dan kontra," terang Amin, kemarin.

Menurut dia, tugas dan tanggungjawab seorang kepala desa cukup berat. Selain urusan pemerintahan, kades ikut bertanggung jawab atas kehidupan bermasyarakat di desa. Amin sempat mewanti-wanti kualitas pelayanan ke warga desa mempengaruhi kewibawaan kepala desa. "Jika bisa diselesaikan satu jam, jangan dibuat dua jam. Jika pelayanan itu bisa diselesaikan setengah hari, jangan disuruh menunggu esok hari," tandasnya.


Pun, Amin yang mantan Kades Tosanan Kecamatan Kauman itu seakan bernostalgia saat berada di tengah-tengah para kepala desa. Terkait pembangunan iklim demokrasi di desa, bupati meminta meminta kades membuka diri terhadap saran serta masukan sejumlah elemen. Mulai unsur pemuda, tokoh agama, hingga lembaga di desa. "Kehidupan di desa saat ini sudah cukup dinamis, masyarakat sudah cerdas. Makanya ajak semua elemen untuk memajukan desa, jangan hanya jalan sendiri," pintanya.

Sebanyak 13 kepala desa yang dilantik itu merupakan pemenang gelaran pilkades pada Februari dan Maret lalu. Saat pelantikan di Pendapa Kabupaten kemarin, bupati sempat menyinggung tingginya biaya yang dikeluarkan calon saat pilkades. Biaya besar itu tak lepas dari peran botoh yang ikut bermain saat pilkades. Karena itu, pemkab berencana menggelar pilkades secara serentak guna meminimalisasi praktik perjudian yang mengiringi pemilihan kepala desa. "Kasihan kades jika harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Penghasilan yang berupa bengkok tidak terlalu banyak, tanggung jawab kades itu cukup berat," pungkasnya. (dhy/hw/radarmadiun.com)

Comments