PAWARGO JABODETABEK CAMPURSARIAN DI PUSPO BUDOYO

PAWARGO JABOTABEK
Dalam rangka penyusunan kepengurusan PAWARGO (Paguyuban Warga Asal Ponorogo) se JAbodetabek, telah diadakan pertemuan pada Jumat 19 April 2012 di Pendopo Rumah Budaya Nusantara (RBN) "Puspo Budoyo", Kampung Sawah Ciputat. Sebagaimana diketahui, Bapak Luluk Sumiarso yang juga sebagai Pembina Puspo Budoyo, telah terpilih sebagai Ketua Umum Pawargo Jabodetabek perioda 2012 -2015.

Dalam kepengurusan yang baru, Bapak-bapak yang duduk dalam kepengurusan antara lain Abimanyu Suyoso (Wakil Ketua Umum), Suparwanto (Sekretaris Umum), dan Yulianto (Bendahara Umum), sedangkan Ketua Umum PAWARGO Jabodetabek yang lama, yaitu Bapak Suroso, duduk sebagai salah satu Pembina/Penasehat. kepengurusan masih akan dilengkapi dengan bidang-bidang.
Kepengurusan juga dilengkapi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) untuk mengkoordinasikan warga di Kabupaten/Kota di lingkungan Jabodetabek, yaitu Bapak-Bapak Agus Subekti (Jakarta Utara), T.U.I Tumangkar (Jakarta Barat), Sutrisno (Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan), Suparno Nojeng (Jakarta Timur), Suparman Dengkek (Bogor), Misnianto (Depok), Hari Rismahadi (Tangerang dan Tangerang Kota), dan Eko Abilowo (Bekasi). Korwil sekaligus akan menjadi Ketua dan sekaligus membentuk kepengurusan di Wilayah masing-masing.
Untuk lebih memudahkan penggalangan warga, kepengurusan juga dilengkapi dengan Koordinator Asal (Korsal) guna mengkoordinasikan warga berdasarkan kecamatan asal di Ponorogo, yaitu Kecamatan Kota, Kecamatan Babadan (Kanten), Kecamatan Balong, Kecamatan Pulung, dan Kecamatan Sumoroto, yang personilnya masih dicari. Korwil dan Korsal dapat dijabat oleh orang yang sama.
Selesai acara resmi, dilanjutkan dengan Klenengan Gayeng Campursari Puspo Budoyo. Para Pengurus PAWARGO Jabodetabek ternyata jago dalam melantunkan lagu dan beksan campursari. Selanjutnya disepakai akan diadakan pertemuan bulanan sekaligus campursarian setiap Jumat ketiga pukul 20.00 setiap bulannya di tempat yang sama. Marilah bergabung untuk bersilaturahmi sekaligus "nguri-uri" seni tradisi. *puspobudoyo.org

Comments