Aksi Lempar Sandal Warnai Kunjungan Prabowo di Ponorogo

Prabowo Subianto
PONOROGO - Acara silaturahmi akbar bakal calon presiden 2014, Prabowo Subianto yang digelar di alun-alun Ponorogo, Jawa Timur nyaris ricuh, Minggu (13/5/2012).
Puluhan ribu orang yang memadati ruang panggung utama, terlibat aksi saling lempar sandal, sejak awal hingga berakhirnya acara. Bahkan, diujung acara seusai Prabowo meninggalkan panggung utama, massa sempat terlibat aksi kejar-kejaran.
Tidak hanya master of ceremoni (MC) yang berusaha menenangkan massa menggunakan pengeras, MC dari orkes dangdut yang didatangkan dari Surabaya juga melerai massa agar tenang.

Namun, massa yang terus saling lempar tidak bisa menenangkan diri dan semakin memanas, saat Prabowo meninggalkan lokasi acara.
Aksi massa yang nyaris baku hantam, berhenti setelah sejumlah pasukan Polres Ponorogo yang berseragam maupun tidak berseragam, masuk ke arena kerumuman massa dan membubarkannya.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, sempat menenangkan massa menggunakan pengeras suara. Menurutnya, yang berusaha membuat gaduh dan ricuh dengan melempar sandal, adalah antek-antek koruptor.
"Awas satu dua penyusup di tengah kerumunan itu adalah antek-antek koruptor, yang tak pernah berharap adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Antek-antek koruptor itu cecunguk-cecunguk yang menyusup," terang Prabowo sambil menunjuk ke arah massa yang dianggapnya perusuh.
Teriakan Prabowo bukan tanp alasan. Sebab, massa yang saling lempar sandal dan meneriakkan yel-yel pembelaan kelompoknya, tidak pernah tenang.
Padahal, saat itu sedang memasuki acara puncak, yakni sambutan dan pidato Prabowo, di panggung utama.
"Apa sudah tidak ingin perubahan? Apakah sekarang sekolah gampang (mudah)? Dan apakah sekarang sudah makmur semuanya? Bukan kah yang datang ke sini ingin perubahan, ingin sekolah mudah, serta ingin kemakmuran. Insya Allah, jika Gerindra menang, semua keinginan masyarakat akan kami kelola dengan baik," tutur Prabowo berusaha meredakan emosi massa.
Prabowo menambahkan, saat ini rakyat memiliki kekuasaan penuh. Namun, kekuasaan dapat digunakan sesuai keinginan masyarakat, jika tidak salah memilih dalam Pemilu 2014 mendatang.
Menurutnya, satu suara salah memilih pada 2014, akan berujung pada penderitaan selama lima tahun ke depan.
"Jangan sampai salah memilih. Jangan sampai Anda mau dibohongi dan dicurangi lagi. Kami tak mau Indonesia menjadi negara buruh, negara yang tidak mandiri. Kami sudah siapkan konsep menjadi negara yang kuat dan mandiri secara ekonomi, dan membuat sejahtera rakyatnya," papar Prabowo.
Saat Prabowo turun panggung di tengah-tengah kerumunan, massa sempat tenang dan memberikan jalan. Namun, seusai Prabowo dan rombongan meninggalkan lokasi, justru terjadi lagi aksi saling lempar sandal dan saling kejar-kejaran.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menyambut kedatangan Prabowo.
"Semoga di tahun 2014 nanti, Pak Prabowo yang memiliki niat dan cita-cita besar dengan mewaujudkan keinginannya dengan mendirikan Partai Gerindra, bisa terpilih," kata Gus Ipul. (*Tribunnews.com)

Comments