Tampilkan Reog Ponorogo di TMII

Jatilan adalah salah satu penari dalam seni Reyog
Gelar Pesona Budaya Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta tadi malam, menampilkan kesenian Reog Ponorogo.
Paket Acara Khusus Gelar Pesona Budaya Jawa Timur di Anjungan Jawa Timur, TMII Jakarta Timur itu dibuka Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda Prov) Jawa Timur Dr. H. Rasiyo, M.Si bersama Bupati Ponorogo H.Amin SH.
“Daya tarik utama kesenian Reog Ponorogo adalah Topeng dadak merak, berupa gabungan kepala harimau dan burung merak seberat 50 kg. Topeng raksasa ini di mainkan dengan mengandalkan kekuatan leher dan gigi semata,” kata H. Amin, di TMII, Jakarta Timur, Sabtu (23/6/2012) tadi malam.
Bupati Ponorogo itu tidak memungkiri, bahwa ketenaran Reog telah sampai ke seluruh pelosok tanah air. Bahkan Reog yang menjadi maskot wisata Jawa Timur ini sempat menjadi rebutan antara Indonesia dan Malaysia.

Meskipun demikian, Reog tidak hanya dijadikan mascot atau trademark Kabupaten Ponorogo, tetapi juga sebagai hiburan yang cukup merakyat. Disetiap kegiatan, ungkap H. Amin, tidak jarang dijumpai pertunjukan Reog.
Penampilan kesnian Reog di Pesona Budaya Jawa Timur tadi malam juga diselingi sendratari dengan mengambil judul ‘Warok’.
Terkait sejarah kesenian Reog, Amin memaparkan, Warok tokoh Ponorogo. Warok merupakan sebutan untuk seseorang yang disegani dan memiliki memiliki daya ‘linuwih’ (berilmu tinggi) unggul dari sisi perilaku dan sisi kanoragan atau kesaktian.
Daya linuwih tersebut terimplementasi melalui simbol peran warok yang sekaligus sebagai motor penggerak dari kesenian Reog Ponorogo.
Untuk mempuyai daya yang sakti dan perilaku bijak dalam kehidupan warok di perlukan sikap untuk menjauhkan diri dari hubungan intim dengan wanita bahkan istri dan kemudian mendorongnya untuk menghidupi seorang pemuda yang sekaligus sebagai penari (jatil) dalam kesenian Reog dan di rias cantik melebihi wanita sesungguhnya, penari itu di sebutnya gemblak.
“Maka dengan adanya kesenian khas dari Ponorogo yang telah di tampilkan ini agar para generasi muda mengenal budaya Reog ini dan harus kita lestarikan sehingga budaya kita tidak akan punah juga akan di kenal ke mancanegara,”tuturnya
Amin menyampaikan, selain dikenal sebagai Bumi Reog, Kabupaten Ponorogo juga memiliki objek wisata yang saat ini mulai di kembangkan agar bisa menambah pendapatan daerah, yaitu byek wisata alam seperti Telaga Ngebel.
Sementara itu Mantan Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Ir. Luluk Sumiarso Msc mengatakan, Dubes-dubes dari Negara sahabat sangat tertarik pada seni tradisi dan ini tidak hanya Ponorogo saja jadi menampilkan seni tradisi ini menyambut baik.
“Mereka akan tertarik daerah Ponorogo Jawa Timur,mereka investasi dan paling tidak mereka mengenal seninya itu dan bukan Ponorogo saja ini sebagai contoh kongkritnya. Dan ini sudah di koordinasikan dengan anjungan Jawa Timur Cq Pemda Kabupaten, tidak hanya pemerintah saja, swasta juga mendukung pelestarian budaya. Kebetulan di Ciputat ada sanggar budaya yang kita jadikan miniatur jadi kami rutin performance sedratari setiap bulannya ada yang namanya wayangan yang penting itu kita lestarikan budaya Reog Ponorogo agar tidak punah,”kata Luluk
Pesona Budaya Jawa Timur di hadiri Direktur Operasional Taman Mini Indonesia Indah Ade F Meyliala, para Duta Seni Kabupaten Ponorogo serta Keluarga Besar Ponorogo di Jakarta dan para Duta Besar Negara sahabat yang ada di Jakarta.*winarko/Arso/Lensaindonesia.com
Dirop TMII Ade F Meyliala, menerima cinderamata ‘Warok’ dari Bupati Ponorogo H Amin disaksikan Sekda Prov Jatim, Rasiyo

Comments