Terminal Ponorogo Butuh Rp 13 Miliar

PONOROGO - Dinas Perhubungan dan Infokom Pemkab Ponorogo mengajukan dana rehab Terminal Seloaji senilai Rp 13 miliar ke pemerintah pusat.
Terminal Seloaji Ponorogo
Pemkab Ponorogo tak memiliki anggaran untuk membangun terminal
yang rusak parah sejak 5 tahun lalu itu. Kondisi kerusakan terparah , selain landasan terminal banyak berlubang, ratusan kios dan bedak yang ada di dalam terminal itu, rusak dan sebagian nyaris ambruk.

Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Pemkab Ponorogo, Sudarman mengatakan untuk merehab terminal pihaknya mengajukan dana Rp 13 miliar ke pemerintah pusat. Menurutnya, jika mengandalan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemkab Ponorogo, hanya cukup untuk perawatan dan perbaikan landasan.

"Kami sudah ajukan anggaran perbaikan itu ke pusat. Berapa yang disetujui, masih menunggu hasil keputusan pusat," terangnya kepada Surya, Rabu (13/6/2012).

Kendati kondisi terminal masih memprihatinkan, Sudarman mengaku memberikan tekanan kepada sejumlah satuan kerjanya termasuk UPT Terminal Seloaji untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari terminal. Meski belum sepenuhnya terpenuhi, kini pendapatan terminal sudah mencapai 75 sampai 78 persen dari target.

"Dulu pendapatan terminal selalu minus, sekarang sudah meningkat pendapatan sampai 78 persen," katanya.

Kepala UPT Terminal Seloaji, Mohammad Damin menegaskan sejak Oktober 2011 hingga kini, pendapatan terminal terus diusahakan digenjot. Menurutnya, jika pendapatan terminal akhir 2011
hanya Rp 190.000 per hari, kini naik menjadi Rp 450.000 hingga Rp 500.000 per hari.

"Kalau strategi tetap dijalankan, kami yakin pendapatan terminal 100 persen tercapai. Meski PAD naik terus dana perawatan terminal kecil. Tetapi itu, tidak menjadi kendala kami memberikan pelayanan di terminal Seloaji. Urusan bangunan terminal itu, biar birokrasi dan dewan yang memikirkannya," tandasnya.(SURYA Online.)

Comments