Kampoeng Ponorogo 2013 - Surakarta



SOLO — Keluarga Mahasiswa Kota Reog di Surakarta (Gamaresa) kembali menggelar pertunjukan seni dan budaya Ponorogo di Plaza Sriwedari, Solo, Sabtu (21/12/2013). Acara tahunan bertajuk Kampoeng Ponorogo 2013 ini mengusung tema Warisan Budaya Nusantara Wahana Pemersatu Bangsa.

Sejumlah pertunjukan seni dan budaya asal Ponorogo bakal mengisi kegiatan tersebut. Rangkaian acara ini diawali dengan bazar aneka produk dan festival kuliner asal Ponorogo pada Sabtu siang. Kemudian, pada Sabtu malam akan digelar pertunjukan seni dan budaya Ponorogo, antara lain reog, tari tradisional, musik etnik perkusi, dan pencak silat.

Penanggung jawab Kampoeng Ponorogo 2013, Bayu Wiratmojo, mengatakan event kali ini adalah acara kelima yang digelar pihaknya. Berbeda pada event sebelumnya, kali ini Gamaresa bakal menampilkan kreasi kesenian baru di samping kesenian tradisional reguler.

“Tahun ini kami dari komunitas Gamaresa mulai menampilkan tari kreasi baru berjudul Aswanda dan ada pula Tari Merak. Walau demikian, kesenian tradisional lain, seperti reog dan tari lainnya tetap kami tampilkan,” terang Bayu, kepada Solopos.com, Jumat (20/12/2013).

Bayu mengutarakan anggota Gamaresa dan sejumlah komunitas kesenian Reog Ponorogo di Solo bakal ikut serta dalam pertunjukan kesenian ini. “Ada 60 orang anggota Gamaresa yang kami libatkan dalam kegiatan ini. Selain itu kami juga menggandeng komunitas Reog Ponorogo yang ada di Solo untuk memeriahkan acara,” bebernya.

Menurut Bayu, tema Warisan Budaya Nusantara Wahana Pemersatu Bangsa sengaja dipilih karena sejalan dengan visi dan misi komunitas tersebut. “Untuk mendekatkan kesenian asli Ponorogo ke tengah-tengah masyarakat dan agar mengingatkan anggota komunitas pada kesenian leluhur di perantauan,” imbuh dia.

Agenda tahunan Kampoeng Ponorogo mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Pemerintah Kota Surakarta, dan pihak sponsor. Acara ini pada tahun-tahun sebelumnya diselenggarakan di sejumlah lokasi seperti Teater Terbuka ISI Solo, halaman Pasar Ngarsapura Windujenar, dan Plaza Sriwedari. Solopos.com

Comments