Petani Ponorogo Mulai Panen Padi

BERITA PONOROGO : Pertengahan Maret (2015) ini para petani di Kab. Ponorogo mulai memasuki masa panen, seperti yang terjadi di Timur terminal Seloaji, Ponorogo. Petani mulai memanen padi mereka (pagi, 15 Maret 2015).

Mereka memanen padi secara tradisional dengan menggunakan arit, ada juga yang menggunakan mesin pemanen padi seharga 360 jutaan, yang akrab mereka sebut sebagai mesin DOS, sehingga pemanenan lebih cepat.
Mesin pemanen padi atau DOS, foto by: setenpo
Para petani melakukan pemanenan menggunakan DOS, foto by: setenpo
Cuaca yang mendukung dirasakan petani kualitas padi mereka lumayan baik. Dengan rata-rata padi yang di hasilkan lebih dari 1 ton/kotak.


Namun harga padi kali ini turun, karena bertepatan dengan panen raya.
"Sak iki gabah garing sekitar 470.000/kwintal gabah teles 360.000/kwintal. Sesasi kepungkur gabah garing tau teko 570.000/kwintal, gabah teles 460.000,kui sing menangi rego duwur yo petani sing panen disik koyo daerah Ngawi karo Madiun” . Ujar salah satu petani yang ditemui SETENPO saat panen.



read:
"sekarang harga padi kering sekitar 470.000/kwital, (harga) padi yang masih basah 360.000/kwintal. Satu bulan yang lalu padi kering mencapai 570.000/kwintal, padi basah 460.000, itu yang dapat harga tinggi ya petani yang sudah panen duluan seperti daerah Ngawi dan Madiun.



_______________________________________________________________________________ Dikutip dari : setenpo

.

Comments