Masjid Jami’ Bathoro Kathong

Masjid Jami' Bathoro Katong, foto by : SETENPO
Masjid Jami’ Bathoro Katong terletak di kelurahan Setono kecamatan Jenangan kabupaten Ponorogo, berdekatan dengan area Makam Batoro Katong sebagai pendiri kota Ponorogo. Untuk masuk ke area masjid kita harus melewati beberapa regol (gerbang).

Tahun pendirian masjid tidak tertera pasti, namun diperkirakan antara tahun 1486-1496 M pada era berdirinya Kadipaten Ponorogo.

Di sekitar masjid inilah yang menjadi saksi ketika para pengikut Bathoro Katong diserang Prajurit Ki Ageng Kutu dari Kademangan Surukubeng penguasa Wengker . Meski kalah jumlah, Bathoro Katong dan pasukanya dapat bertahan.

Serangan dilakukan pada hari Jum’at Wage yang menurut para ahli klenik adalah hari nahas kota Ponorogo.

Anggapan ini lahir dari perhitungan neptu Jum’at 6, Wage 4,huruf Po aksara Jawa 11 semua dijumlah jadi 21,dibagi 3. Jika sisa 1 artinya hidup, sisa 2 artinya pengantin (jodoh) sisa 3 artinya mati. 21 di bagi 6 = 18 sisa 3 (mati) maka di anggap hari itu akan hancur. Kehendak Allah berkata lain, ramalan ahli klenik tidak terbukti, pasukan Ponorogo dapat bertahan.

Di timur masjid terdapat makam Bathoro Katong. Bathoro Katong berpesan agar ia dimakamkan di tempat beliau meninggal. Beliau wafat saat akan mengambil air wudhu untuk sholat di sebuah sumber air dekat masjid yang sekarang menjadi area makam beliau.

Referensi: Babad Ponorogo karangan Purwowijoyo Jilid I

Sumber : SETENPO

Comments